SAMPIT – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit bersama Lembaga Pelatihan Solaz menggelar Pelatihan dan Sertifikasi Penanganan dan Pengangkutan Barang Berbahaya di Pelabuhan atau IMO Course 1.10 International Maritime Dangerous Goods (IMDG) Code.
Kegiatan berlangsung lima hari, 25–29 Agustus 2025, dan ditutup resmi oleh Kepala KSOP Kelas III Sampit, Hotman Siagian, di Aquarius Boutique Hotel Sampit, Jumat 29 Agustus 2025. “Tujuan kegiatan ini adalah membekali peserta dengan panduan lengkap terkait penanganan barang berbahaya dan polutan laut, termasuk prinsip dasar hingga prosedur tanggap darurat,” jelas Hotman, Jumat 29 Agustus 2025.
Ia menegaskan, pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 16 Tahun 2021. Aturan itu mewajibkan setiap barang berbahaya yang diangkut melalui pelabuhan menggunakan kemasan sesuai spesifikasi, pengujian, serta standar internasional dalam IMDG Code.
Sebanyak 22 peserta dari unsur BUP, TUKS, Tersus, perusahaan pelayaran, keagenan kapal, hingga PBM mengikuti program tersebut. Materi yang diberikan mencakup teori hingga praktik langsung, mulai dari cara mengidentifikasi, mengemas, memberi label, hingga mendokumentasikan muatan berbahaya.
Hotman juga menekankan bahwa kapal pengangkut barang berbahaya wajib memenuhi persyaratan internasional, termasuk dokumen khusus, rencana pemuatan, pemisahan barang, hingga daftar pemeriksaan kapal. “Target kita adalah terciptanya zero accident dalam aktivitas bongkar muat barang berbahaya di pelabuhan,” tegasnya.
Penguji dari Direktorat KPLP, Fakhran Sandy Vega Ilyas, menilai kegiatan ini kebutuhan mendesak bagi masyarakat pelabuhan. “Jumlah peserta saat ini ada 22 orang, memang belum banyak, namun cukup untuk menjadi perintis yang menyebarkan pengetahuan ini di lingkungan kerjanya masing-masing,” ujarnya.
Direktur PT Total Mora Sukses (Solaz), Hendri, juga memberi apresiasi. Ia menekankan pentingnya implementasi pengetahuan peserta di lapangan. “Kalau bisa setiap bulan diadakan, dengan peserta yang lebih banyak lagi. Semakin sering, tentu manfaatnya akan lebih terasa,” katanya. Sementara itu, Kepala Seksi KBPP KSOP Kelas III Sampit, Capt. Indra Novel Sinaga, berharap kegiatan ini bisa berlanjut ke angkatan berikutnya.
“Harapan kami, kegiatan ini tidak berhenti hanya pada satu angkatan saja, tetapi bisa berlanjut. Tentu kembali lagi, semua tergantung minat dan dukungan stakeholder,” ungkapnya. Dengan dukungan berbagai pihak, pelatihan ini diharapkan menjadi langkah awal memperkuat pemahaman dan keterampilan dalam menangani barang berbahaya di pelabuhan, sehingga keselamatan, keamanan, dan kelancaran kepelabuhanan di Sampit semakin terjamin.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post