Kemeriahan Trade Expo Kotim, OPD Tonjolkan Tema Pembangunan

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan rencana besar pengembangan Pulau Hanibung di Kecamatan Kota Besi akan mulai dijalankan pada 2026 mendatang. Pulau tersebut telah ditetapkan sebagai salah satu dari 14 program prioritas daerah.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kotim, Dr. Alang Ariyanto, mengatakan bahwa perencanaan sudah dimasukkan dalam RPJMD. Setelah dokumen itu ditetapkan, seluruh OPD yang berkaitan akan kembali dikumpulkan. “Bupatinya sudah menentukan siapa berbuat apa. Jadi tinggal menunggu RPJMD disahkan. Setelah itu, OPD kita kumpulkan sesuai kewenangannya masing-masing,” ujar Alang, Minggu 24 Agustus 2025.

Baca juga berita lainnya

Dia menjelaskan, titik awal pembangunan Pulau Hanibung dimulai dari penyusunan master plan. Dokumen ini akan menjadi pedoman utama dalam menentukan arah pembangunan ke depan. “Pada 2026 kita anggarkan master plan. Dari situ kita bisa tahu apa saja yang mau dibangun, mulai dari infrastruktur, fasilitas wisata, hingga aspek pendukung lainnya,” jelasnya.

Menurut Alang, pemerintah sudah melakukan sosialisasi awal kepada masyarakat sekitar, terutama di Desa Cambah yang berada di wilayah Kecamatan Kota Besi. Respon warga cukup positif, karena mereka menaruh harapan besar terhadap program tersebut.

“Masyarakat sudah kita sosialisasikan, mereka menunggu program ini. Tetapi kita tidak mungkin bergerak tanpa program yang jelas. Karena itu, semua harus direncanakan dengan matang,” ucapnya. Dia menegaskan, pengembangan Pulau Hanibung tidak bisa dilakukan oleh satu instansi saja. Oleh sebab itu, seluruh OPD terkait akan terlibat sesuai dengan bidang masing-masing.

“Penanggung jawab utama ada di Dinas Pariwisata, tetapi seluruh OPD kita libatkan. Prinsipnya dikerjakan bersama-sama atau keroyokan, karena program sebesar ini tidak bisa ditangani satu pihak,” tegas Alang. Sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat luas, Bapperida juga mengangkat tema Pulau Hanibung dalam stand pameran pada Sampit Trade Expo 2025.

Menurutnya, expo menjadi ajang yang tepat untuk memperkenalkan program prioritas tersebut. “Niat kita siapa tahu ada masyarakat yang ingin memberikan masukan. Stand ini sekaligus sosialisasi dan wadah menjaring aspirasi, supaya masyarakat juga tahu arah pengembangan Pulau Hanibung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, ke depan Pulau Hanibung diharapkan tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dengan perencanaan matang, pulau tersebut bisa menjadi ikon baru pariwisata di Kotim.

“Harapan kita, pengembangan pulau ini mampu meningkatkan perekonomian, membuka lapangan kerja, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Semua itu akan dituangkan dalam master plan yang detail,” pungkasnya.

(dia/matakalteng)

Stand Disdik Kotim dalam kegiatan Expo.

Sementara itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Kotawaringin Timur turut serta dalam Sampit Trade Expo 2025 dengan mengusung tema “Pendidikan Masa Depan: 7 Kebiasaan Anak Indonesia”. Melalui kegiatan ini, Disdik ingin menampilkan hasil karya siswa sekaligus mempromosikan program pendidikan yang sedang berjalan.

Kepala Disdik Kotim, Muhammad Irfansyah, menyampaikan expo menjadi kesempatan untuk memperlihatkan kreativitas anak-anak sekolah. “Kami berharap melalui expo ini, kerajinan dari siswa SD, SMP, hingga TK bisa ditampilkan. Karya anak-anak dapat dikenal luas, bahkan bisa diekspor,” ujarnya, Minggu 24 Agustus 2025.

Selain itu, Disdik juga memperkenalkan program 7 Kebiasaan Baik Anak Indonesia. Program tersebut diharapkan menjadi fondasi pembentukan karakter sejak dini. “Kami ingin masyarakat tahu bahwa pendidikan bukan hanya soal akademik, tetapi juga pembiasaan karakter yang positif,” jelas Irfansyah.

Dalam stand pameran, Disdik menampilkan beragam kegiatan yang sudah dilakukan di sekolah-sekolah. Mulai dari lomba siswa, lomba guru, hingga berbagai hasil kerajinan tangan. Semua dipajang agar pengunjung bisa melihat langsung capaian dunia pendidikan di Kotim. “Produk-produk keterampilan siswa juga kami tampilkan. Bahkan ada yang bisa langsung dipesan pengunjung,” tambahnya.

Melalui expo ini, Disdik Kotim ingin menunjukkan bahwa dunia pendidikan di daerah terus berinovasi. Kegiatan belajar tidak hanya terbatas di ruang kelas, tetapi juga menghasilkan karya nyata yang bermanfaat bagi masyarakat. “Dengan keikutsertaan Disdik dalam expo, kami ingin menegaskan pendidikan masa depan harus berbasis kreativitas, keterampilan, dan pembiasaan karakter yang baik,” pungkas Irfansyah.

(dia/matakalteng)

ad-space

Berita Terkait

Next Post

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR