SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor memastikan proses hibah lahan untuk pembangunan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) baru sedang berjalan di Bagian Aset Pemkab. Menurutnya, penambahan madrasah sangat penting untuk menjawab tingginya minat masyarakat terhadap pendidikan berbasis Islam.
“Sudah dalam proses, saat ini sedang dikaji di bagian aset karena saya ingin ada MAN baru. Kita tidak mengembangkan MAN yang ada, tetapi menambah MAN. Sekarang sudah ada MAN 1, nanti MAN 2 kalau perlu kualitasnya lebih bagus lagi,” kata Halikinnor, Senin 18 Agustus 2025.
Bupati menjelaskan, lahan yang akan digunakan berada di kawasan Jalan Lingkar Utara. Lahan itu merupakan hibah dari masyarakat dan diperuntukkan khusus bagi pembangunan sekolah tingkat SLTA, terutama MAN.
“Kami berharap pembangunan MAN baru ini nantinya dapat menjawab kebutuhan masyarakat akan pendidikan yang bermutu sekaligus menambah pilihan lembaga pendidikan Islam di Kotim,” ujarnya.
Sebelumnya, Kemenag Kotim bersama Kanwil Kemenag Kalteng telah mengajukan permohonan hibah tanah melalui surat resmi kepada Pemkab Kotim. Langkah ini diambil lantaran keterbatasan daya tampung MAN 1 Kotim yang saat ini menjadi satu-satunya madrasah aliyah reguler di daerah tersebut.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi III DPRD Kotim Dadang Siswanto mendesak agar proses hibah tidak berlarut-larut. Ia menilai keterlambatan hanya akan memperparah ketimpangan antara jumlah peserta didik dan ruang belajar yang tersedia.
“Ketimpangan antara jumlah peserta didik dan ruang belajar di Sampit akan semakin parah jika pembangunan sekolah terus tertunda. Kami akan segera memanggil Bagian Aset dan Dinas Pendidikan untuk memastikan status lahan ini segera dituntaskan. Jangan sampai peluang ini hilang hanya karena kelambanan birokrasi,” tegas Dadang.
Ia menambahkan, DPRD mendukung penuh rencana penambahan MAN 2 dan meminta Pemkab segera menindaklanjuti peluang hibah lahan tersebut agar pembangunan bisa segera terealisasi.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post