SAMPIT – Suasana haru mewarnai penutupan pemusatan pendidikan dan pelatihan (pusdiklat) calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tahun 2025, Senin 18 Agustus 2025.
Setelah sepekan penuh ditempa disiplin dan tanggung jawab, para anggota resmi menutup rangkaian tugas mulia mereka dalam peringatan HUT ke-80 RI.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kotim, Masri, menyampaikan kebanggaan atas dedikasi Paskibraka tahun ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur, saya mengucapkan selamat dan terima kasih kepada adik-adik yang sudah melaksanakan tugas dengan sangat baik, baik saat upacara detik-detik proklamasi maupun penurunan bendera. Semoga penugasan ini menjadi langkah awal untuk menjadi generasi muda yang nasionalis, disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak mulia,” ujarnya, Senin 18 Agustus 2025.
Dalam kesempatan itu, Masri juga menyampaikan terima kasih kepada para pelatih dari Kodim 1015/Sampit, Polres Kotim, Brimob Polda Kalteng, Yonif 631/Antang, Duta Pancasila Paskibraka Indonesia (DPPI) Kotim, serta narasumber dari Pemkab Kotim, perguruan tinggi, hingga organisasi masyarakat.
“Semoga ilmu yang disampaikan selama pelatihan bermanfaat untuk bekal adik-adik Paskibraka,” tambahnya.
Ia pun memberi pesan khusus kepada Badan Kesbangpol Kotim untuk terus melakukan pembinaan.
“Saya berpesan agar Kesbangpol terus memonitor dan mendorong Paskibraka agar menjadi pemuda berkualitas, pelopor pembangunan, dan teladan bagi generasi lainnya,” tegasnya.
Sementara itu, Koordinator Pelatih, Tursino, menilai pelaksanaan tugas pengibaran maupun penurunan bendera tahun ini sangat membanggakan.
“Kalau dinilai, 99,9 persen sudah bagus. Kesempurnaan hanya milik Tuhan, tapi kami puas karena semua berjalan lancar dan tanpa kendala berarti,” ungkapnya.
Menurutnya, meski pusdiklat resmi ditutup, para anggota Paskibraka 2025 masih akan terlibat dalam sejumlah kegiatan penting.
“Mereka tetap akan bertugas pada perayaan hari besar nasional seperti Hari Pahlawan, Hari Pendidikan Nasional, hingga penugasan puncak pada 1 Juni 2026 saat Hari Lahir Pancasila,” jelas Tursino.
Salah seorang anggota Paskibraka, Maulana dari SMAN 2 Sampit, tak kuasa menyembunyikan rasa bangganya.
“Banyak pelajaran berharga yang saya dapat, mulai dari kepemimpinan, kedisiplinan, hingga jiwa nasionalis. Meski sempat deg-degan, alhamdulillah kami bisa sukses mengibarkan Merah Putih,” katanya.
Ia menambahkan, pengalaman sebagai Paskibraka menjadi bekal berharga untuk menggapai cita-citanya.
“Rencana saya ingin melanjutkan pendidikan kedinasan, semoga pengalaman ini bisa menjadi penunjang menuju ke sana,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post