SAMPIT – Fenomena generasi muda yang lebih hafal lagu-lagu populer di media sosial, khususnya TikTok, dibandingkan lagu-lagu nasional, mendapat sorotan dari Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Eddy Hidayat.
“Kita cukup prihatin dengan kondisi ini. Memang kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan mereka karena perkembangan zaman memang seperti itu,” ujarnya, Kamis, 14 Agustus 2025.
Eddy bahkan menilai, jika di masa lalu sudah ada platform seperti TikTok, generasi sebelumnya pun mungkin mengalami hal serupa.
“Mungkin kalau zaman kita dulu sudah ada TikTok, kita bisa saja lebih parah dari mereka sekarang,” tambahnya.
Meski demikian, ia mengingatkan agar generasi muda mengikuti tren secara bijak dan tetap memegang teguh nilai-nilai luhur bangsa.
“Jangan sampai nilai-nilai luhur bangsa dilupakan. Ikuti tren yang positif dan tetap jadikan nilai kebangsaan sebagai pedoman,” tegasnya.
Di sisi lain, Eddy mengungkapkan bahwa tahun ini program pembinaan wawasan kebangsaan di Kotim terhambat akibat minimnya anggaran. Hampir seluruh kegiatan di berbagai bidang, termasuk yang menyasar generasi muda, tidak dapat dilaksanakan.
“Tahun ini kegiatan di setiap bidang hampir nol, termasuk kegiatan untuk meningkatkan wawasan kebangsaan. Meski begitu, kami tidak berdiam diri. Kami tetap melaksanakan kegiatan yang diminta, seperti mengisi materi wawasan kebangsaan di berbagai kesempatan,” jelasnya.
Menurutnya, Kesbangpol masih berupaya hadir di tengah masyarakat dengan memberikan materi pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pelatihan Paskibraka, dan persiapan calon DAI dari Kementerian Agama (Kemenag). Ia pun berharap dukungan anggaran kembali normal tahun depan.
“Mudah-mudahan tahun depan dana normal kembali, sehingga kegiatan pembinaan wawasan kebangsaan bisa berjalan optimal dan memberi dampak nyata,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post