SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, menaruh harapan besar kepada pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kotim periode 2025–2029 yang baru dilantik. Menurutnya, kepengurusan ini harus menjadi penggerak utama kemajuan olahraga di daerah, sekaligus perekat yang merangkul seluruh cabang olahraga.
“Siapapun yang dipilih oleh cabang olahraga, maka itulah yang terbaik dari semua yang baik. Harapan saya, otomatis ke depan olahraga di Kabupaten Kotim menjadi lebih baik,” kata Halikinnor saat pelantikan di Rumah Jabatan Bupati Kotim, Kamis, 14 Agustus 2025.
Ia menegaskan, pelantikan ini bukan sekadar seremonial pengukuhan jabatan, melainkan amanat besar yang lahir dari proses demokrasi dan musyawarah. Proses yang sudah dilalui mencerminkan kematangan organisasi dan tekad bersama untuk membawa olahraga Kotim ke babak baru yang lebih maju, transparan, dan berprestasi.
Bupati menggambarkan KONI sebagai “rumah besar” bagi seluruh cabang olahraga. Rumah ini, menurutnya, harus menjadi tempat yang teduh bagi atlet, pelatih, pengurus, dan seluruh ekosistem olahraga untuk tumbuh dan berkembang. “KONI ke depan harus mampu menjadi penggerak dan perekat, merangkul semua pihak, serta memastikan semua program berorientasi pada kepentingan seluruh atlet demi menunjang prestasi,” ujarnya.
Halikinnor juga mendorong penyusunan strategi pendanaan melalui kemitraan dengan pihak swasta. Ia mengusulkan agar setiap cabang olahraga memiliki “bapak angkat” seperti perusahaan agromas atau pihak lain yang bersedia membantu pembiayaan.
“Kalau semua kompak, olahraga di Kotim akan berjalan dengan baik,” ucapnya.
Rencana ini, lanjutnya, akan dibawa ke tingkat nasional dalam pertemuan bersama Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) di Jakarta. Ia berharap dana CSR perusahaan dapat diarahkan untuk mendukung dunia olahraga, termasuk pembangunan sarana dan prasarana.
Halikinnor mencontohkan perubahan lapangan sepak bola Kotim yang dulunya hanya berpasir, kini sudah berumput sesuai standar. Ia juga menyebut rencana membangun gedung pertemuan dan meningkatkan standar lapangan sepak bola agar layak menggelar Liga 2 di Kota Sampit.
Optimisme Bupati semakin kuat setelah melihat komposisi pengurus KONI yang disebutnya sebagai aktivis sejati dan penggiat olahraga. Ia menekankan, pengurus baru harus segera menyusun program kerja, apalagi dalam waktu dekat Kotim akan menjadi tuan rumah Gubernur Cup.
“Tinggal menghitung bulan saja untuk menghadapi Porprov. Tahun lalu kita juara umum, dan ini menjadi PR berat untuk mempertahankannya. Tapi saya yakin, dengan moto kita Habaring Hurung, berat sama kita pikul, ringan sama kita jinjing, semua potensi bisa kita bawa,” tegasnya.
Ia turut menyoroti prestasi membanggakan yang diraih cabang olahraga drumband Kotim, yang berhasil meraih medali emas pada kejuaraan internasional.
“Bahkan ada bupati lain yang menghubungi saya, mengatakan Kota Sampit luar biasa karena punya drumband yang bisa go internasional,” ungkapnya.
Bupati menyadari tidak semua cabang olahraga bisa menjadi juara, namun cabang yang berpotensi harus mendapat dukungan penuh. Ia menekankan pentingnya perencanaan matang sebelum anggaran diberikan.
“Asal jelas programnya, saya yakin kita akan sepakat. Tapi jangan sampai setelah diberi anggaran, program malah lelet,” pesannya.
Dengan kepengurusan baru ini, Halikinnor yakin KONI Kotim mampu mengangkat prestasi olahraga daerah ke level yang lebih tinggi.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post