SAMPIT – Panitia peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengumumkan perubahan jadwal pawai pembangunan yang semula direncanakan 18 Agustus menjadi 30 Agustus 2025.
Meski mundur, rangkaian kegiatan tetap berlangsung meriah dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.
Ketua Panitia HUT RI ke-80 Kabupaten Kotim, Raihansyah, menjelaskan perubahan ini dilakukan untuk menyesuaikan dengan agenda daerah dan memberi kesempatan lebih luas bagi masyarakat mempersiapkan diri.
“Kita ingin peringatan ini bukan hanya seremoni, tapi menjadi momen kebersamaan, silaturahmi, dan penguatan rasa nasionalisme,” ujarnya, Selasa 12 Agustus 2025.
Rangkaian kegiatan dimulai pada Kamis, 14 Agustus 2025, dengan gladi kotor upacara detik-detik proklamasi dan penurunan bendera di Stadion 29 November Sampit. Kegiatan ini sebagai persiapan teknis agar seluruh petugas dapat tampil maksimal.
Pada Jumat, 15 Agustus 2025, agenda berlanjut dengan upacara tabur bunga di Pelabuhan Pelindo III Sampit, dilanjutkan mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI, serta gladi resik di lokasi yang sama.
Sabtu, 16 Agustus 2025, menjadi momen penting dengan pengukuhan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Kotim. Hari itu juga diisi dengan anjangsana ke para veteran sebagai bentuk penghormatan, serta renungan suci di Taman Makam Pahlawan Batarung pada malam harinya.
“Ini adalah wujud terima kasih kepada para pejuang yang telah berkorban demi kemerdekaan bangsa,” kata Raihansyah.
Puncak peringatan berlangsung Minggu, 17 Agustus 2025, dimulai dengan upacara detik-detik proklamasi di pagi hari, silaturahmi kebangsaan, dan upacara penurunan bendera pada sore harinya.
Pawai pembangunan yang mundur ke Sabtu, 30 Agustus 2025, akan mengambil start dari depan Rumah Jabatan Bupati menuju Taman Kota Sampit. Agenda ini menampilkan keberagaman potensi daerah dan kreativitas masyarakat.
Selain agenda utama, panitia juga menyiapkan kegiatan tambahan seperti pemeriksaan kesehatan gratis, pemberian remisi bagi warga binaan, SamPIT Expo, dan lomba kuliner khas lokal bertajuk Mangaruhi Laok.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut berpartisipasi memeriahkan. Semangat kemerdekaan harus kita jaga bersama. Kegiatan ini adalah milik semua warga Kotim, bukan hanya pemerintah,” tegas Raihansyah.
Dengan jadwal baru tersebut, peringatan HUT RI ke-80 di Kotim diharapkan menjadi momentum yang lebih matang, meriah, serta mempererat persatuan dan kebanggaan daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post