SAMPIT – Pemindahan Komando Resor Militer (Korem) dari Palangka Raya ke Sampit disambut positif oleh Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor. Ia menilai langkah ini memiliki dampak strategis yang besar, baik dari sisi keamanan maupun perkembangan ekonomi daerah.
Menurut Halikinnor, pemindahan ini terjadi setelah Korem di Palangka Raya ditingkatkan statusnya menjadi Komando Daerah Militer (Kodam), sehingga markas Korem dialihkan ke Kotim.
“Keberadaan Korem di Sampit akan menambah aktivitas di daerah kita. Kami berharap semua pihak bisa bersinergi membangun Kotim agar lebih baik dan maju ke depannya,” ujarnya, Selasa 12 Agustus 2025.
Bupati mengungkapkan, penempatan markas Korem di Sampit akan memperkuat koordinasi dalam menjaga keamanan wilayah.
Dengan posisi strategis Kotim sebagai jalur perdagangan dan pintu gerbang transportasi laut, kehadiran Korem diyakini akan memberikan dampak positif dalam pengawasan, pengendalian, dan penanganan situasi yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
Selain itu, Halikinnor melihat adanya potensi pertumbuhan ekonomi dari peningkatan jumlah personel dan aktivitas militer di Kotim.
“Pergerakan masyarakat dan kegiatan ekonomi akan meningkat. Ini peluang bagi pelaku usaha, sekaligus dorongan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur pendukung,” jelasnya.
Bupati juga menyampaikan bahwa saat ini terdapat sejumlah pejabat baru di Kotim, termasuk Kepala Kejaksaan Negeri dan Dandim 1015 Sampit. Perubahan ini, menurutnya, menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat kerja sama antarinstansi, baik Forkopimda, instansi vertikal, maupun organisasi perangkat daerah (OPD).
Ia menegaskan, komunikasi dan koordinasi yang solid akan mempermudah pengambilan kebijakan strategis.
“Informasi dari Forkopimda, instansi vertikal, dan OPD terkait sangat membantu kami dalam menentukan arah pembangunan,” kata Halikinnor.
Dengan kombinasi kehadiran Korem, pejabat baru, dan sinergi yang kuat antarpihak, Halikinnor optimistis Kotim akan mampu memanfaatkan momentum ini untuk mempercepat kemajuan daerah.
Sementara itu, Pasi Ops Kodim 1015 Sampit, Kapten Infanteri Syahidin, memastikan proses redislokasi Komando Resor Militer (Korem) 102 Panju Panjung dari Palangkaraya ke Kota Sampit berjalan sesuai tahapan.
Persiapan pangkalan dan pembagian personel menjadi fokus utama agar pemindahan dapat dilakukan tepat waktu.
“Kesiapan pangkalan Korem dan redistribusi personel terus kita matangkan. Sejak 6 Agustus kemarin, Kodim 1015 Sampit sudah berkantor normal di kantor eks Dinas PU di Jalan Kapten Mulyono. Untuk Korem sendiri, diperkirakan pada 20 Agustus akan resmi bergeser ke Kotim,” ujar Syahidin.
Ia menjelaskan, pemindahan ini dilakukan karena adanya peningkatan status Korem 102 Panju Panjung menjadi Kodam. Dengan keberadaan Kodam di Palangkaraya, markas Korem perlu dialihkan ke wilayah lain, dan Sampit dipilih sebagai lokasi strategis.
Menurutnya, seluruh pengembangan satuan TNI berorientasi pada penguatan pertahanan dan keamanan. Kehadiran Korem di Sampit diharapkan menjadi penopang kekuatan pertahanan wilayah selatan Kalimantan Tengah.
“Karena masih tahap awal, sebagian personel Korem masih bertugas memperkuat Kodam. Nantinya, setengah personel akan menduduki Korem yang baru di Kota Sampit,” tambahnya.
Sambil menunggu pembangunan markas baru, Korem akan berkantor sementara di Makodim 1015 Sampit. Lokasi pembangunan markas definitif telah disiapkan, dengan alternatif pertama di belakang markas Kompi Sampit.
“Pembangunan Korem baru akan segera dilakukan. Kami berharap semua tahapan berjalan lancar sehingga markas baru bisa segera digunakan,” pungkas Syahidin.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post