SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus menunjukkan komitmennya dalam pemberantasan penyalahgunaan narkoba, terutama di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).
Sebanyak 350 pegawai di wilayah kerja Kecamatan Cempaga yang terdiri dari ASN, tenaga kontrak (tekon), tenaga pendidik dari berbagai sekolah, serta tenaga medis mengikuti tes urine massal.
Wakil Bupati Kotim, Irawati, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme dan kerja sama yang ditunjukkan seluruh pegawai di wilayah Cempaga. Dia berharap langkah ini bisa menjadi contoh positif bagi kecamatan lain.
“Saya sangat mengapresiasi Kecamatan Cempaga yang kooperatif dalam memperlancar kegiatan ini. Semoga ini bisa menjadi contoh bagi kecamatan lainnya di Kotim. Kita ingin menciptakan lingkungan kerja yang sehat, bersih dari narkoba, dan memberikan pelayanan publik yang optimal,” tegas Irawati, Rabu 16 Juli 2025.
Menurutnya, pengawasan terhadap peredaran narkoba tidak hanya menjadi tugas aparat penegak hukum, tetapi juga harus menjadi bagian dari kesadaran dan tanggung jawab semua elemen pemerintahan, termasuk ASN.
“Langkah preventif seperti ini sangat penting. Jangan sampai ada oknum aparatur kita yang terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba karena akan merusak citra pemerintahan dan masa depan pelayanan publik,” lanjutnya.
Tes urine yang dilakukan bekerja sama dengan instansi teknis ini menyasar seluruh ASN dan tekon di bawah lingkup Kecamatan Cempaga, termasuk dari unit sekolah dan fasilitas kesehatan. Pemerintah daerah ingin memastikan seluruh pelayan publik di wilayah ini bersih dari narkoba.
“Kalau kita ingin memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, tentu kita sendiri harus menjadi contoh, salah satunya dengan menjauhkan diri dari narkoba. Ini bukan sekadar formalitas, tapi bentuk keseriusan,” tegas Irawati.
Dia pun mengajak seluruh camat di daerah lainnya untuk turut melaksanakan kegiatan serupa sebagai bagian dari program penegakan disiplin dan pembinaan pegawai. Menurutnya, tes urine harus menjadi kegiatan rutin dan bukan sesuatu yang dianggap mengejutkan.
“Bila semua kecamatan melaksanakan ini secara berkala, kita optimis bisa memutus mata rantai penyalahgunaan narkoba di lingkungan pemerintahan,” tandasnya.
Pelaksanaan tes berlangsung tertib dan lancar, dengan pengawasan ketat dari petugas teknis dan pihak berwenang. Hasil tes urine seluruh peserta akan menjadi bagian dari pembinaan internal, sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam pembinaan kepegawaian di lingkungan Pemkab Kotim.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post