SAMPIT – Pemilihan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) akhirnya digelar melalui Musyawarah Olahraga Kabupaten Luar Biasa (Musorkablub), Sabtu 12 Juli 2025.
Bertempat di Aquarius Boutique Hotel, kegiatan ini menjadi ajang strategis dalam menentukan arah masa depan olahraga Kotim, yang dalam waktu 15 bulan ke depan harus bersiap menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kotim, Wiyono, yang hadir dalam acara pembukaan menekankan pentingnya memilih pemimpin yang tepat untuk membawa KONI lebih berprestasi. “Hari ini kita menentukan siapa nanti Ketua KONI Kabupaten Kotim. Mudah-mudahan acara ini berjalan aman dan lancar,” ucapnya, Sabtu 12 Juli 2025.
Wiyono menjelaskan, pada awalnya ada sepuluh orang yang mengambil formulir pendaftaran. Namun hanya tiga kandidat yang mengembalikan dan memenuhi seluruh persyaratan administratif untuk melaju ke tahap Musorkablub.
“Alhamdulillah pada tahapan ini ada tiga calon yang lolos. Ini menunjukkan keseriusan mereka. Dari awal ada sepuluh yang meminta formulir, tapi yang mengembalikan hanya tiga dan semuanya dinyatakan sah mengikuti Musorkablub,” jelasnya. Dia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan kebebasan penuh kepada insan olahraga dalam menentukan pilihan.
“Kami sudah memberikan sinyal kepada masyarakat bahwa silakan pilih calon ketua KONI yang sesuai dengan kebutuhan olahraga di Kabupaten Kotim. KONI ini milik semua: berasal dari masyarakat, legislatif, eksekutif, maupun kalangan pengusaha. Tiga calon kita hari ini pun mencerminkan itu, ada yang dari ASN, pengusaha, dan partai politik. Artinya, semua sudah memenuhi persyaratan,” tegasnya.
Wiyono juga mengungkapkan bahwa jumlah pemilih yang semula hanya delapan orang berhasil ditingkatkan menjadi 30 setelah dilakukan berbagai pendekatan. “Awalnya hanya delapan yang bisa memberikan suara. Tapi kami dorong agar SK kepengurusan yang hampir habis diperpanjang, akhirnya bisa bertambah jadi 30 pemilih. Ini bentuk komitmen kita untuk membuat proses pemilihan ini semakin demokratis,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Caretaker KONI Kotim, Heriansyah, menyampaikan latar belakang pelaksanaan Musorkablub ini. Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan ini sudah sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KONI.
“Sesuai AD/ART, Musorkablub bisa dilaksanakan dalam tiga kondisi: ketika ketua mengundurkan diri, berhalangan tetap, atau meninggal dunia. Maka kami dari provinsi menyesuaikan dengan aturan yang ada. Karena kondisi internal dan keterbatasan waktu, caretaker diterbitkan melalui SK pada 23 Juni lalu,” terang Heriansyah.
Menurutnya, sejak keluarnya SK caretaker, pihaknya langsung bergerak cepat membangun komunikasi dengan Bupati Kotim dan melakukan sosialisasi ke berbagai pihak. “Kami bekerja sangat cepat. Sejak SK dikeluarkan, kami langsung audiensi ke pemerintah daerah dan menyampaikan mekanisme Musorkablub sesuai aturan. Pendaftaran dibuka dari 28 Juni sampai 7 Juli, dan Alhamdulillah berjalan sesuai rencana,” ujarnya.
Ia menyebutkan tiga calon ketua yang siap bertarung dalam Musorkablub, yaitu Ahmad Sarwo Oboi, Alexius Esliter, dan Gahara. Ketiganya diyakini memiliki niat baik dan komitmen tinggi untuk membangun prestasi olahraga di Kotim.
“Saya yakin, siapa pun yang terpilih nanti, mereka sudah punya niat baik untuk memimpin KONI Kotim ke depan. Karena tugas ke depan tidak mudah. Kita tahu, 15 bulan lagi adalah Porprov. Dulu Kotim bisa menjadi juara umum karena tuan rumah. Tapi mempertahankan itu lebih sulit. Kita bukan tuan rumah lagi, dan tantangan ke depan lebih besar,” tegasnya.
Ia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia pelaksana yang sudah bekerja keras di tengah waktu yang sangat terbatas. “Saya mengucapkan terima kasih kepada Pak Ubaidillah dan seluruh panitia yang telah bekerja luar biasa. Kalau ada hal-hal yang kurang berkenan dalam kegiatan pembukaan sampai penutupan nanti, kami selaku caretaker dan panitia memohon maaf yang sebesar-besarnya,” tutup Heriansyah.
Musorkablub kali ini menjadi momen penting, tidak hanya sebagai ajang pemilihan ketua, tapi juga penentu arah pembinaan olahraga di Kotim menjelang kompetisi tingkat provinsi. Siapa pun yang terpilih, masyarakat berharap KONI Kotim akan tetap menjadi garda terdepan dalam mengantarkan atlet lokal menuju prestasi gemilang.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post