SAMPIT – Perbaikan Jalan Lingkar Selatan yang saat ini tengah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah diapresiasi, namun Camat Mentawa Baru Ketapang, Kabupaten Kotawaringin Timur Irpansyah, mengingatkan agar perbaikan jalan tersebut tidak hanya fokus pada aspalnya saja, melainkan juga dibarengi dengan penataan penerangan jalan umum dan sistem drainase yang memadai.
“Kami harap perbaikan jalan dibarengi dengan penerangan jalan umum. Karena jangan sampai nanti jalan mulus, tapi penerangan tidak ada, akhirnya bisa muncul warung remang-remang atau hal-hal yang tidak diinginkan, khususnya di Jalan Lingkar Selatan,” ujar Irpansyah, Selasa 8 Juli 2025.
Ia juga menyoroti keberadaan jembatan patah di Jalan Kapten Mulyono yang hingga kini belum diperbaiki. Menurutnya, keberadaan jembatan tersebut sangat penting, apalagi jika perbaikan Jalan Lingkar Selatan selesai maka arus truk akan beralih ke jalur itu, mengurangi beban jembatan.
“Jembatan itu sudah kami usulkan ke kabupaten tapi belum terealisasi. Harapan kami jembatan itu bisa diperbaiki bersamaan dengan jalan Lingkar Selatan, karena nanti truk-truk tidak lagi lewat jembatan itu. Jadi momennya tepat,” katanya.
Tak hanya itu, Irpansyah juga mengusulkan agar dilakukan pengerukan atau pencucian drainase di sepanjang Lingkar Selatan. Ia menilai percuma jika jalan sudah diperbaiki namun drainase dibiarkan mampet, karena tetap akan memicu banjir.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Sutik, menyebutkan bahwa proyek perbaikan Jalan Lingkar Selatan merupakan hasil perjuangan bersama delapan legislator asal Kotim yang duduk di DPRD provinsi.
Ia membeberkan bahwa semula dana yang dialokasikan hanya Rp15 miliar, lalu dipangkas menjadi Rp3,5 miliar. Namun setelah dorongan terus disampaikan, akhirnya Gubernur Kalteng turun langsung meninjau dan memulihkan bahkan menambah anggarannya.
“Sekarang anggarannya sudah kembali bahkan naik jadi Rp20 miliar. Pekerjaan juga sudah mulai berjalan,” kata Sutik.
Terkait jembatan patah di Kapten Mulyono, ia mengaku sudah mengusulkan perbaikannya. Namun, anggaran yang tersedia hanya cukup untuk pengecoran ringan, sementara kondisi pondasi jembatan saat ini dinilai sudah tidak layak.
“Menurut informasi dari PUPR, pondasinya tidak kuat, sehingga solusinya jembatan itu harus dibangun ulang mulai dari pondasi. Tapi tentu anggarannya besar dan butuh pembahasan khusus,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post