SAMPIT – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Kalimantan Tengah resmi mengambil alih kepengurusan KONI Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) pasca dinamika internal yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.
Langkah ini ditandai dengan diterbitkannya Surat Keputusan (SK) Nomor 10 Tahun 2025 tentang pengambilalihan kepengurusan KONI Kotim sekaligus pembentukan pejabat sementara (caretaker) yang bertugas menyelenggarakan musyawarah luar biasa untuk memilih ketua definitif.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kotim, Wiyono, mengatakan bahwa pihaknya telah menyerahkan sepenuhnya proses penanganan organisasi olahraga tersebut kepada KONI Provinsi.
Dengan diterbitkannya SK caretaker, diharapkan segera terbentuk kepengurusan baru yang solid dan dapat mengembalikan fungsi organisasi secara maksimal, terutama dalam menyambut berbagai agenda penting olahraga yang akan datang.
“Kegiatan KONI tadi pagi kita sudah serahkan sepenuhnya kepada KONI Provinsi Kalimantan Tengah. Mereka akan menindaklanjuti dinamika yang ada di tubuh KONI Kotim. Dengan SK caretaker yang sudah dikeluarkan, kami harap segera dilakukan musyawarah untuk membentuk kepengurusan baru,” ucap Wiyono, Rabu 18 Juni 2025.
Ia menegaskan bahwa proses pemilihan pengurus definitif nantinya hanya melibatkan cabang olahraga (cabor) yang SK-nya masih aktif. Sementara itu, kepengurusan KONI di 17 kecamatan tidak lagi memiliki hak suara karena masa berlaku SK mereka telah berakhir.
Ketua caretaker KONI Kotim yang baru ditunjuk, Heriansyah, menambahkan bahwa tugas utama timnya hanyalah untuk menyelenggarakan musyawarah luar biasa dan tidak memiliki kewenangan lain di luar itu. Ia menjelaskan bahwa struktur caretaker berisi gabungan pengurus dari KONI Provinsi dan unsur KONI Kotim.
“SK caretaker sudah kami terima dan kami datang sebagai utusan resmi dari KONI Provinsi. Tugas kami hanya satu, yaitu menyelenggarakan musyawarah untuk memilih ketua definitif KONI Kotim. Tidak ada tugas tambahan lain,” tegas Heriansyah.
Menurutnya, dalam waktu dekat pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada para ketua cabor yang sah, yakni yang memiliki SK aktif. Musyawarah luar biasa ditargetkan dilaksanakan pada awal Juli mendatang di Sampit.
Pemilihan ini menjadi sangat penting mengingat Kotim memiliki beban besar untuk mempertahankan gelar juara umum dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) mendatang.
“Pak Bupati sudah menyampaikan kepada kami saat bertemu di pembukaan kejuaraan sepak bola, agar pelaksanaan musyawarah ini dipercepat. Jangan sampai karena tidak ada kepengurusan KONI, atlet-atlet Kotim menjadi korban. Kita harus bergerak cepat karena waktu menuju Porprov sangat singkat,” ungkapnya.
Ia juga menyampaikan bahwa meskipun lokasi dan waktu pelaksanaan Porprov 2026 belum ditetapkan secara resmi, sudah ada dua kandidat tuan rumah yakni Kotawaringin Barat dan Palangka Raya. Penetapannya akan dilakukan melalui forum Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tingkat provinsi.
Heriansyah turut menyinggung persoalan trauma masa lalu yang mungkin membuat sebagian pihak enggan kembali terlibat dalam kepengurusan KONI.
Namun, ia mengajak semua insan olahraga di Kotim untuk tidak lagi menoleh ke belakang dan menjadikan pengalaman tersebut sebagai pelajaran untuk memperkuat organisasi ke depan.
“Kita semua tahu ada persoalan di masa lalu, tapi kita tidak boleh terjebak dalam masa itu. Organisasi olahraga yang kuat hanya bisa dibangun oleh orang-orang yang benar-benar memiliki jiwa olahraga. Kalau organisasinya sehat, maka atlet juga akan tumbuh menjadi lebih baik. Ini momentum untuk membenahi semuanya,” tuturnya.
Ia memastikan bahwa ketua terpilih nantinya juga akan membentuk komposisi kepengurusan lengkap untuk masa bakti 2025–2029. Langkah ini, kata dia, merupakan bagian dari target utama caretaker sebagaimana diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.
“Kepengurusan KONI Kotim ini sudah berjalan lebih dari 50 persen tanpa kejelasan. Maka target kami adalah menetapkan ketua baru beserta kabinet lengkapnya agar bisa segera bekerja. Karena tanpa organisasi yang sehat, sulit untuk berharap prestasi dari atlet-atlet kita,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post