SAMPIT – Plt Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany, membantah isu yang menyebut rumah sakit menunggak pembayaran jasa medis (jasmed) hingga tujuh bulan. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini tunggakan yang ada hanya empat bulan.
“Kalau bicara eksisting sekarang, imbal jasa kami tinggal Januari, Februari, Maret, dan April. Untuk Mei belum bisa dihitung karena pembayaran dari BPJS Kesehatan memang belum diterima,” tegas Yulia saat dikonfirmasi, Kamis 12 Juni 2025.
Isu tunggakan jasmed mencuat di tengah laporan bahwa kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) mencapai Rp40 miliar. Yulia menjelaskan, angka tersebut adalah total gabungan dari semua unit BLUD di Kotim, termasuk RSUD Parenggean, RS Samuda, hingga seluruh puskesmas.
“Itu yang harus digarisbawahi, dana Rp40 miliar itu bukan hanya milik RSUD Murjani, tapi gabungan seluruh BLUD di Kotim per 31 Desember 2024,” jelasnya.
Yulia juga menyebutkan kendala utama dalam keterlambatan pembayaran adalah proses migrasi sistem perhitungan jasmed, dari versi GOS V1 ke GOS V2 yang lebih kompleks. Hal ini memerlukan proses verifikasi ulang sebelum dilakukan pembayaran.
“Kami harus adaptasi dulu dengan sistem baru. Setelah datanya final, baru kami bisa mulai membayar secara bertahap. Idealnya dua kali sebulan,” tambahnya.
Terkait jumlah tenaga medis yang menerima jasmed, Yulia menyebut sekitar 870 orang akan menerima imbalan berdasarkan jumlah dan rincian tindakan medis yang mereka lakukan. Karena mayoritas pasien di RSUD Murjani adalah peserta JKN, proses klaim ke BPJS pun menjadi faktor penting dalam pencairan jasmed.
“Misalnya jasa pelayanan bulan Januari, klaimnya baru diajukan ke BPJS paling lambat 10 Februari. Setelah diverifikasi, pembayaran dari BPJS dilakukan seminggu setelah berita acara keluar. Jadi bayarnya bisa Maret,” terang Yulia.
Dengan skema tersebut, ia mengakui ada kesenjangan waktu (gap) antara pelayanan dan pencairan dana, namun saat ini pihaknya sedang berupaya maksimal untuk memperkecil jarak tersebut.
“Kalau dulu gap-nya sampai tujuh bulan, sekarang tinggal empat bulan. Target kami dalam satu atau dua bulan ke depan bisa rampung. Sementara untuk bulan Mei memang belum bisa dibayarkan karena masih belum masuk hitungan atau berita acara yang diklaimkan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post