SAMPIT – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kotawaringin Timur mencatat inflasi tahunan (year on year/y-on-y) di Kota Sampit pada Mei 2025 sebesar 0,69 persen. Inflasi ini bersumber dari kenaikan harga berbagai komoditas, baik dari kelompok makanan maupun non-makanan.
Kepala BPS Kotim Eddy Surahman mengatakan, sigaret kretek mesin (SKM) dan minyak goreng menjadi dua komoditas dengan andil inflasi tertinggi, masing-masing sebesar 0,22 persen dan 0,21 persen.
“Selain dua komoditas tersebut, kopi bubuk, nasi dengan lauk, dan cabai rawit juga memberikan sumbangan terhadap inflasi. Sementara dari kelompok non-makanan, emas perhiasan menjadi penyumbang terbesar dengan andil 0,36 persen, diikuti biaya pendidikan seperti sekolah menengah pertama, akademi/perguruan tinggi, dan sekolah dasar,” jelas Eddy, Rabu 11 Juni 2025.
Berdasarkan data BPS, inflasi tahun ke tahun 2024 sempat turun tajam dibanding 2023. Jika pada Mei 2023 inflasi y-on-y mencapai 3,25 persen, maka pada Mei 2024 hanya tercatat 0,69 persen. Penurunan ini menunjukkan adanya perlambatan tekanan inflasi sepanjang tahun berjalan.
Sementara itu, inflasi secara tahunan hingga Mei 2025 (year to date/ytd) tercatat sebesar 0,86 persen. Sedangkan dari sisi bulanan (month to month/m-to-m), Kota Sampit mengalami deflasi sebesar 0,10 persen.
Kontribusi inflasi tertinggi di sektor makanan Mei 2025 berasal dari komoditas seperti sigaret kretek mesin (0,22%), minyak goreng (0,21%), dan kopi bubuk (0,19%). Sementara di sektor non-makanan, penyumbang inflasi terbesar adalah emas perhiasan (0,36%), sekolah menengah pertama (0,09%), dan perguruan tinggi (0,07%).
Namun, terdapat pula sejumlah komoditas yang memberikan andil deflasi cukup besar. Cabai rawit menjadi penyumbang deflasi terbesar bulan Mei dengan angka -0,20%, diikuti bawang merah (-0,06%), kangkung (-0,04%), dan bayam (-0,04%). Ini menjadi indikasi bahwa harga-harga bahan makanan segar mengalami penurunan cukup signifikan pada bulan tersebut.
“Fluktuasi harga sayur-sayuran dan ikan memang sangat berpengaruh terhadap angka inflasi bulanan. Ini mencerminkan sensitivitas kelompok makanan terhadap kondisi pasokan dan cuaca,” ujarnya. Melihat perkembangan inflasi sepanjang 2025, sejumlah komoditas muncul berulang kali sebagai penyumbang utama inflasi bulanan.
Antara lain daging ayam ras, emas perhiasan, angkutan udara, sewa rumah, dan tarif pulsa ponsel. Di sisi lain, sigaret kretek mesin (SKM) juga konsisten muncul sebagai penyumbang inflasi dalam beberapa bulan. Untuk mengendalikan inflasi, Eddy menyampaikan empat strategi utama yang telah disiapkan. Pertama, menjaga ketersediaan stok, keterjangkauan harga, dan kelancaran distribusi pangan.
Kedua, menjaga keseimbangan harga barang dalam rentang yang wajar agar tidak merugikan masyarakat sebagai konsumen maupun produsen. Ketiga, menjalin kerja sama antar daerah dalam hal pemenuhan stok kebutuhan pokok. Dan keempat, memperkuat hilirisasi dan mengupayakan swasembada pada komoditas potensial seperti beras dan daging ayam ras.
“Dengan sinergi dan langkah yang tepat, kita berharap inflasi di Kotim tetap terkendali dan daya beli masyarakat dapat terjaga,” bebernya. Diketahui, Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi salah satu indikator utama dalam mengukur perkembangan harga barang dan jasa yang dibayar konsumen. BPS Kotim secara rutin melakukan Survei Harga Konsumen (SHK) sebagai dasar perhitungan IHK.
Melalui survei ini, harga barang bergejolak seperti beras, cabai, daging, minyak goreng, dan telur dipantau mingguan. Sedangkan barang semi bergejolak seperti sayur, sabun, angkutan udara, dan lainnya dipantau dua mingguan, serta untuk kebutuhan lain seperti makanan jadi, perlengkapan rumah tangga, dan jasa pengasuhan anak dipantau bulanan.
“Dalam proses survei, BPS memilih sampel dari tempat-tempat perdagangan yang ramai dan memiliki jenis barang beragam, serta responden yang jujur dan bersahabat,” ungkapnya. Di Kota Sampit sendiri, terdapat 157 komoditas pangan dan 192 non-pangan yang dicatat, menjadikan total 349 komoditas yang dikaji secara berkala.
Tujuan utama survei ini adalah sebagai sistem peringatan dini terhadap fluktuasi harga, pemetaan kebijakan wilayah, serta pengukuran kebijakan ekonomi. Data inflasi di Kota Sampit selama 2024-2025 menunjukkan fluktuasi cukup signifikan. Inflasi Year on Year (y-on-y) pada Mei 2025 tercatat sebesar 0,69%, turun dari April yang mencapai 0,93%.
Sedangkan secara Year to Date, inflasi hingga Mei 2025 mencapai 0,86%, menunjukkan adanya tren kenaikan harga secara bertahap. Disisi lain, angka Month to Month (m-to-m) Mei 2025 justru menunjukkan deflasi sebesar -0,1%, menandakan adanya penurunan harga beberapa komoditas utama dalam jangka pendek.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post