SAMPIT – Menjelang Hari Raya Iduladha 1446 H, penjualan sapi kurban di Kota Sampit mengalami peningkatan stabil. Pedagang sapi kurban, Rahmat Hidayat, menyebut sekitar 70 persen sapi yang mereka jual sudah laku hingga H-4.
“Alhamdulillah, penjualan tahun ini sudah mencapai 70 persen. Kami mendatangkan 350 ekor sapi, sama seperti tahun 2024 lalu. Pembeli tahun ini juga masih didominasi warga dari Kota Sampit,” ujarnya saat ditemui di salah satu titik penjualan di Jalan HM Arsyad Sampit, Senin 2 Juni 2025.
Rahmat mengungkapkan, pihaknya memiliki empat titik penjualan di Kota Sampit untuk membagi distribusi hewan kurban. Jenis sapi yang mereka jual adalah sapi Bali dengan harga bervariasi antara Rp17,5 juta hingga Rp42 juta, tergantung bobot hewan.
“Yang paling besar itu sapi dengan bobot kotor sekitar 250 kilogram. Insyaallah hari Rabu nanti mulai kami distribusikan ke tempat pemotongan dan masyarakat,” kata dia.
Ia juga mengapresiasi peran Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, khususnya bidang peternakan, yang rutin melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Label kesehatan yang dikeluarkan dinas sangat membantu proses penjualan.
“Dengan adanya label dari Dinas Peternakan, kami tidak kesulitan lagi meyakinkan pembeli soal kesehatan sapi. Tinggal tunjukkan labelnya saja, jadi sangat mempermudah,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post