SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) tak main-main soal kesehatan hewan kurban. Menyambut Iduladha tahun ini, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan akan menerjunkan 13 tim untuk melakukan pemeriksaan intensif terhadap ribuan sapi dan kambing di 62 titik penampungan.
“Pemeriksaan antemortem akan dilakukan seminggu sebelum Iduladha. Kami pastikan hewan kurban yang beredar benar-benar layak sesuai syariat Islam,” kata Danik Ariyanti, Kepala Seksi Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner, Jumat 30 Mei 2025.
Pemeriksaan ini mencakup aspek kesehatan, umur, hingga kondisi fisik hewan. Dari laporan yang diterima, tercatat ada 2.314 sapi dan 932 kambing yang akan diperiksa. Dua kecamatan dengan jumlah titik terbanyak adalah MB Ketapang dan Baamang.
“Sebagian besar hewan kurban didatangkan dari Jawa, Sulawesi, dan Bali. Yang lokal hanya sekitar 10 persen,” ujarnya. Usai disembelih, tim akan kembali melakukan pemeriksaan postmortem untuk memastikan daging kurban aman dikonsumsi. Tahun lalu, pengawasan dilakukan di 195 titik pemotongan, dan jumlah itu berpotensi bertambah tahun ini.
“Kalau ditemukan cacing pita di hati, maka organ itu harus dimusnahkan. Tapi dagingnya tetap bisa dikonsumsi,” tegas Danik. Dengan pemeriksaan berlapis ini, masyarakat diharapkan bisa berkurban dengan tenang, tanpa cemas soal kesehatan dan kelayakan daging yang dikonsumsi.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post