SAMPIT – Musyawarah Provinsi (Musprov) III Komunitas One Day One Juz (ODOJ) Kalimantan Tengah resmi digelar di Aula Kementerian Agama Kotawaringin Timur, Minggu 4 Mei 2025. Selain menjadi ajang pemilihan ketua baru, kegiatan ini menjadi momen penting meneguhkan kembali semangat dakwah dan kecintaan terhadap Alquran.
Ketua Panitia Musprov III ODOJ Kalteng, Diana Rachmawati, menjelaskan bahwa musyawarah ini merupakan agenda rutin tiga tahunan komunitas. “Musyawarah provinsi tidak hanya sebuah keharusan dalam komunitas One Day One Juz, tetapi juga menjadi bukti pertanggungjawaban kami di hadapan publik tentang keseriusan dan kesungguhan kami dalam menjalankan visi, misi, serta amanah yang dititipkan,” ujarnya, Minggu 4 Mei 2025.
Diana juga menegaskan bahwa ODOJ bukan hanya komunitas tilawah, melainkan mitra pemerintah dalam menghadapi tantangan zaman, khususnya dampak negatif digitalisasi. “Karenanya, kami hadirkan program-program untuk negeri yang sejalan dengan cita-cita Indonesia Cinta Alquran,” jelasnya.
Musprov ini juga digelar setelah Musyawarah Besar (Mubes) di Tangerang pada Januari lalu dan Rapat Kerja Nasional DPP ODOJ pada April di Bogor. Proses pemilihan ketua dilakukan melalui mekanisme Komisi Penjaringan Ketua (KPK), yang berwenang menguji kelayakan calon sebelum disahkan oleh DPP.
Diana menjelaskan bahwa syarat ketua Pemprov antara lain adalah ODOJer aktif minimal dua tahun, terverifikasi di grup tilawah, dan mampu membaca Alquran secara benar yang dibuktikan lewat tes tilawah. “Seluruh DPA hanya mengajukan satu nama, yaitu Hj Sri Rejeki Syachwani, namun tetap melalui proses verifikasi sesuai ketentuan,” katanya.
Nama Sri Rejeki dinilai layak karena telah menjadi ODOJer aktif selama delapan tahun, tercatat sebagai peserta kelas tahsin metode Utsmani level 3, mengikuti KKTA Plus khatam terjemah Alquran dan tafsir, serta membina tiga rumah Quran sebagai bagian dari gerakan membumikan Alquran. Ketua Pengprov ODOJ Kalteng, Hj Sri Rejeki Syachwani, menyampaikan pesan menyentuh dan penuh semangat dalam sambutannya.
“Amanah ini bukan hanya soal membesarkan ODOJ, tapi juga menumbuhkan rasa di hati, agar teman-teman tetap bertahan dalam kepengurusan ini. Rasa yang membuat kita rela berjuang sampai titik penghabisan,” katanya.
Menurutnya, ODOJ bukan tempat mencari popularitas atau materi, melainkan ladang amal yang akan “viral” di akhirat. “Jangankan bagi hasil, sekadar uang bensin saja enggak ada. Tapi insyaallah semua menjadi tabungan akhirat,” ucapnya dengan haru.
Ia juga berbagi kisah perjuangan pribadi, termasuk pengorbanan suaminya yang kini menjadi pejuang nafkah dari kejauhan. “Tanpa ridho beliau, lelah saya dalam dakwah tak akan bernilai ibadah,” katanya, seraya menyampaikan terima kasih kepada suami, anak-anak, dan keluarga.
Menurutnya, anak-anak adalah alasan terbesar dirinya bertahan di jalan dakwah. Mengingat Ia tidak tahu sampai kapan akan ada untuk mereka, tapi dirinya yakin jika Alquran ada di dada mereka, insyaallah mereka akan selalu berada di jalan yang lurus.
Sri Rejeki juga menyampaikan terima kasih kepada guru-gurunya, terutama Ustad Ahmad Robita dan Bapak Sugeng, yang selalu menjadi tempat menguatkan diri di saat jalan dakwah terasa sulit. Ia mengingatkan bahwa orang-orang yang rumahnya dilantunkan ayat-ayat suci adalah keluarga Allah di dunia.
“Komunitas One Day One Juz ini mungkin tak sepopuler giveaway, tak membuat viral di dunia, tapi insyaallah viral di langit. Karena kami ingin membumikan Alquran dan melangitkan manusia,” tegasnya penuh semangat. Dengan kembali dicalonkan sebagai Ketua ODOJ Kalteng untuk periode 2025–2028, Sri Rejeki menegaskan bahwa perjuangan mereka akan terus berlanjut demi mewujudkan Indonesia yang mencintai Alquran.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post