SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melepas 45 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memasuki masa purna tugas untuk dua periode, yakni per 1 Mei dan 1 Juni 2025. Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kotim, Kamaruddin Makalepu, mengatakan bahwa total ASN yang akan pensiun di tahun ini mencapai lebih dari 220 orang.
“Purna tugas itu kita melepas dua periode, 1 Mei dan 1 Juni. Total jumlahnya 45 orang. Total 2025 ini 220 sekian. Tapi nanti akhirnya mungkin berbeda, karena bisa saja ada yang BUP-nya (Batas Usia Pensiun) tidak sampai, mungkin ada yang meninggal dan lainnya. Jadi jumlah itu yang masuk BUP normal,” kata Kamaruddin, Kamis 1 Mei 2025.
Ia menyampaikan, tahun ini akan terjadi kekosongan besar pada jabatan pimpinan tinggi (JPT) di lingkungan Pemkab Kotim. Hingga April ini, setidaknya 11 posisi JPT sudah kosong, dan akan bertambah seiring pensiunnya pejabat lainnya seperti Kepala BKAD, Inspektur, dan Kepala Dinas Pertanian.
“Di 2025 ini akan lowong sebanyak 15 JPT termasuk Sekda, dan saat ini yang sudah lowong ada 11. Nanti akan menyusul Kepala BKAD, Inspektorat, dan Pertanian,” lanjutnya. Kamaruddin mengakui, kekurangan ASN semakin terasa karena jumlah pensiun tidak sebanding dengan penerimaan CPNS baru.
“Dengan jumlah yang pensiun 2025 ini, sementara penerimaan CPNS tidak seimbang. Lebih kecil daripada yang pensiun. Padahal kondisi kita saat ini pun masih belum terpenuhi kebutuhan pegawai kita, sehingga kekurangan semakin bertambah,” ungkapnya.
Menurut data BKPSDM, kebutuhan ASN secara keseluruhan di Kotim mencapai 10.000 orang, sementara jumlah pegawai yang ada saat ini hanya sekitar 7.000, termasuk CPNS yang baru saja menerima SK. Terkait pelantikan pejabat yang akan mengisi jabatan-jabatan tinggi yang kosong, Kamaruddin menegaskan hal tersebut merupakan kewenangan kepala daerah.
“JPT banyak yang lowong, pelantikan kapan? Kita tunggu saja informasinya nanti. Saya tidak bisa menyampaikan karena itu kewenangan bupati. Kami di BKPSDM hanya melaksanakan manajemennya, jadi kapan pun itu diarahkan oleh bupati, kami siap,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post