• Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
Selasa, 9 Juni 2026
  • Login
No Result
View All Result
NEWSLETTER
Mata Kalteng
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini
Mata Kalteng
  • News
  • Daerah
  • Legislatif
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom

Beranda » Tantangan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia: Menghadapi Gempuran Regulasi Meski Usia Perkebunan Sudah Tua

Tantangan Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia: Menghadapi Gempuran Regulasi Meski Usia Perkebunan Sudah Tua

Senin, 28 April 2025
in Kotawaringin Timur
A A
Foto: DIAN/MATA KALTENG - Ketua GAPKI Kalteng bersama bupati Kotim saat sambangi pameran kelapa sawit dalam acara Teknis Kelapa Sawit dan Filed Trip (TKS 2025) di Aquarius Boutique Hotel Sampit, 28 April 2025.

Foto: DIAN/MATA KALTENG - Ketua GAPKI Kalteng bersama bupati Kotim saat sambangi pameran kelapa sawit dalam acara Teknis Kelapa Sawit dan Filed Trip (TKS 2025) di Aquarius Boutique Hotel Sampit, 28 April 2025.

Share on FacebookShare on Twitter

SAMPIT – Dunia perkebunan kelapa sawit Indonesia saat ini tengah menghadapi tantangan besar, terutama dengan gempuran penerbitan regulasi dari Satgas Pemberantasan Kejahatan Hutan (PKH) yang semakin ketat, meski usia perkebunan yang semakin tua, lebih dari 130 tahun.

Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Kalteng, Syaiful Panigoro, menegaskan bahwa meskipun kondisi industri ini tengah berada dalam kesulitan, pihaknya tetap berusaha untuk tidak terhanyut oleh masalah non-teknis yang berkembang.

Baca juga berita lainnya

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

“Kita ketahui saat ini dunia perkebunan kelapa sawit sedang tidak baik-baik saja. Namun, kita berusaha untuk tidak hanyut dengan kondisi ini. Kalau kita berbicara tentang teknik, semuanya ada resepnya, baik itu benih unggul, pupuk, dan pemberantasan hama. Namun, yang non-teknis ini susah diprediksi, bisa dua hari, tiga hari, atau setahun dan kita tidak tahu sampai kapan,” ujar Syaiful pada acara Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip (TKS) 2025 di Sampit, Senin 28 April 2025.

Kelapa sawit Indonesia yang telah berusia lebih dari 130 tahun, menurut Syaiful, memerlukan perhatian lebih terhadap keberlanjutannya, terutama di tengah perubahan regulasi dan peraturan yang terus bergulir.

Menurutnya, meskipun kelapa sawit Indonesia mulai berkembang pesat sejak 1990-an, namun kebijakan yang tidak konsisten, seperti yang diterbitkan oleh Satgas PKH, justru menambah ketidakpastian bagi para pengusaha dan petani sawit.

“Seandainya regulasi itu konsisten, yang ada adalah perbaikan, bukan guncangan seperti yang kita hadapi sekarang. Namun, inilah kondisi kita saat ini, dan kita harus berbesar hati menghadapi masalah ini,” ungkapnya.

Syaiful juga menyampaikan bahwa masalah non-teknis bisa berdampak besar pada industri ini jika tidak segera ditangani, meskipun hal tersebut sulit diprediksi.

Syaiful menyatakan bahwa ketidakpastian regulasi yang kerap kali berubah menjadi salah satu hambatan terbesar bagi industri sawit di Indonesia. Selain itu, ia juga mengkritisi langkah-langkah yang lebih fokus pada masalah non-teknis tanpa memberikan perhatian lebih pada sektor teknis yang menjadi inti dari keberlanjutan produksi kelapa sawit.

“Industri sawit harus berusaha keras agar tetap berkembang. Kita tidak boleh hanya fokus pada masalah non-teknis yang mungkin datangnya tidak terduga. Semua pihak harus memahami bahwa jika masalah teknis ini kita abaikan, dampaknya bisa sangat buruk terhadap hasil produksi,” tegasnya.

Syaiful menekankan bahwa sektor teknis tetap harus menjadi prioritas dalam upaya meningkatkan produktivitas.

“Kalau kita berbicara tentang teknik, semua ada resepnya. Benih unggul, pupuk, pemberantasan hama. Semua itu harus dipahami dan diterapkan. Namun, jika kita hanya fokus pada masalah non-teknis yang tidak terduga, kita akan kehilangan fokus pada apa yang bisa kita kontrol, yaitu aspek teknis yang akan memberikan dampak langsung pada hasil produksi,”tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa masalah seperti penurunan produktivitas dapat diatasi dengan cara memperbaiki aspek teknis dan terus berusaha menciptakan kolaborasi antara berbagai pihak.

“Kami berharap hari ini kita bisa melaksanakan Teknis Kelapa Sawit dan Field Trip ini, mendapat pembekalan dari para pakar, yang kemudian dapat kita terapkan di lapangan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Syaiful juga mengungkapkan harapannya terhadap program peremajaan atau replanting yang mulai dijalankan di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Ia berharap agar melalui program ini, seluruh petani dan pengusaha kelapa sawit dapat memperoleh manfaat yang besar dalam upaya meningkatkan produktivitas perkebunan yang akhir-akhir ini mengalami penurunan.

“Kalimantan Tengah sudah termasuk wilayah yang sudah melakukan replanting. Kami berharap dengan adanya acara ini, kita bisa mendapatkan ilmu yang dapat diterapkan dalam dua hari ke depan untuk meningkatkan produksi yang akhir-akhir ini menunjukkan penurunan. Kita sangat berusaha untuk mencegah agar perkebunan sawit ini tidak mati, karena saat ini kelapa sawit adalah tulang punggung devisa negara,” tambahnya.

Syaiful menekankan pentingnya kerja sama antara pemerintah, perusahaan, dan petani untuk menghadapi masalah yang ada. Menurutnya, sinergi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan adalah kunci untuk meningkatkan daya saing dan produktivitas kelapa sawit di Indonesia.

“Kerja sama antara pemerintah, pengusaha, dan petani sangat penting untuk mengatasi tantangan ini. Dengan bersama-sama, kita bisa mewujudkan kelapa sawit Indonesia yang lebih produktif, berkelanjutan, dan berdaya saing,” tandasnya.

Dengan adanya acara Teknis Kelapa Sawit ini, Syaiful berharap para peserta bisa memperoleh pengetahuan yang berguna untuk meningkatkan hasil perkebunan sawit, terutama di tengah tantangan berat yang dihadapi.

Ia juga menyampaikan harapannya bahwa melalui acara ini, sektor kelapa sawit di Kalimantan Tengah dan Indonesia secara keseluruhan dapat terus berkembang meskipun menghadapi berbagai kendala.

(dia/matakalteng)

Share2Tweet2SendShareShareSendScan
ad-space
Previous Post

Tingkatkan Produktivitas, TKS 2025 Diharapkan Jadi Momentum Kebangkitan Sawit Nasional

Next Post

Bupati Kotim Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat, Lahan 2 Hektare Sudah Siap Dibangun

Berita Terkait

Kotawaringin Timur

Kotim Kekurangan Ratusan Relawan Damkar, Disdamkarmat Target Bentuk REDKAR di Seluruh Kecamatan

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Peresmian REDKAR Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Kebakaran di Kotim

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Pancasila dan Data Ekonomi Jadi Fondasi Membangun Kotim yang Lebih Maju

Senin, 1 Juni 2026
Kotawaringin Timur

Turnamen Mandiri Jadi Panggung Pembinaan Pemain Muda dan Penggerak Ekonomi Warga

Minggu, 31 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Tantangan Era Digital Jadi Sorotan, Pesantren Dinilai Benteng Pembentukan Karakter Generasi Muda

Sabtu, 30 Mei 2026
Kotawaringin Timur

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026
Load More
Next Post

Bupati Kotim Dukung Penuh Program Sekolah Rakyat, Lahan 2 Hektare Sudah Siap Dibangun

Bupati Kotim Rencanakan Pembangunan MCK untuk Hindari Bahaya Buaya Muara

Gebyar PAUD Kotim: Mengasah Kreativitas Anak dan Guru dalam Peringatan Hardiknas 2025

Gubernur Kalteng Terima Audiensi Peradah Kalteng Jalin Kolaborasi

Bijak Bermedsos, Upaya Hindari Terjerat UU ITE

Discussion about this post

Banner

PILIHAN EDITOR

Polda Kalteng Ungkap 121 Kasus Kejahatan Jalanan Selama 2026, 233 Tersangka Berhasil Diamankan

Sabtu, 30 Mei 2026

Raih WTP Ke-12 Beruntun, Bukti Komitmen Pemkab Kotim Kelola Keuangan Secara Transparan

Jumat, 29 Mei 2026

Gubernur Kalteng Lantik Sejumlah Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama

Selasa, 26 Mei 2026

Damkar Kotim Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran di Gang Mutiara, Dugaan Sementara Korsleting Listrik

Sabtu, 23 Mei 2026

Kapasitas Pesawat Tetap Full 180 Penumpang, Super Air Jet Kurangi Bagasi Gratis

Selasa, 19 Mei 2026

Drainase Tersumbat dan Kesadaran Warga Jadi Sorotan di Tengah Banjir Perkotaan Kotim

Selasa, 19 Mei 2026

  • Hakim Nyatakan Penangkapan Tidak Sah, Rudiyanto Resmi Bebas dari Tahanan

    12225 shares
    Share 4890 Tweet 3056
  • TPP Bukan Hak bagi ASN

    5948 shares
    Share 2379 Tweet 1487
  • Ini Jadwal Libur Siswa saat Bulan Ramadhan

    4268 shares
    Share 1707 Tweet 1067
  • 317.000 Hektare Kebun Sawit Behasil Disita Satgas PKH

    3798 shares
    Share 1519 Tweet 950
  • Satgas PKH Dari Jakarta Akan Mendarat di Sampit, Tinjau Penyitaan Lahan Perusahaan Nakal

    3617 shares
    Share 1447 Tweet 904
  • Kunjungi Kalteng, Kasum TNI Pantau Langsung Penyitaan Lahan Satgas Garuda di Kotim

    2782 shares
    Share 1113 Tweet 696
  • PT HMBP dan Polda Kalteng Didenda Rp 335 Juta

    2363 shares
    Share 945 Tweet 591
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman
  • Kontak
COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK.
TENTANG KAMI  |  PEDOMAN  |  DISCLAIMER
KEBIJAKAN PRIVASI  |  KONTAK
© 2018-2023 MATA KALTENG. ALL RIGHT RESERVED.
PT RAJA DIGITAL MEDIA
JL. BUMI RAYA I, PERUM.ZAHRANA, RT.01/RW.01
KEL. BAAMANG BARAT, KEC. BAAMANG
SAMPIT, KOTAWARINGIN TIMUR, KALIMANTAN TENGAH
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK

Welcome Back!

Sign In with Facebook
Sign In with Google
OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Login
  • Home
  • News
  • Daerah
    • Kalimantan Tengah
    • Palangka Raya
    • Barito Selatan
    • Barito Timur
    • Barito Utara
    • Gunung Mas
    • Kapuas
    • Katingan
    • Kotawaringin Barat
    • Kotawaringin Timur
    • Lamandau
    • Murung Raya
    • Pulang Pisau
    • Seruyan
    • Sukamara
  • Legislatif
    • DPRD Kalimantan Tengah
    • DPRD Kota Palangka Raya
    • DPRD Barito Selatan
    • DPRD Barito Timur
    • DPRD Gunung Mas
    • DPRD Kapuas
    • DPRD Katingan
    • DPRD Kotawaringin Barat
    • DPRD Kotawaringin Timur
    • DPRD Lamandau
    • DPRD Murung Raya
    • DPRD Pulang Pisau
    • DPRD Seruyan
  • Hukrim
  • Pendidikan
  • Ekonomi
  • Politik
  • Kesehatan
  • Olahraga
  • Kolom
    • Advetorial
    • Opini

COPYRIGHT © 2018-2023 MATA KALTENG
PROUDLY POWERED BY TEKNO HOLISTIK