SAMPIT – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025, Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak Kabupaten Kotawaringin Timur, menggelar kegiatan Gebyar PAUD yang melibatkan berbagai lomba untuk anak-anak usia dini, serta peran aktif dari orang tua dan guru.
Bupati Kotim, Halikinnor, melalui Kepala Dinas Pendidikan Kotim, M Irfansyah, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk terus menggelorakan semangat belajar, mendidik, dan berprestasi.
“Melalui kegiatan Gebyar PAUD ini, kita tidak hanya memberikan ruang bagi kreativitas anak-anak usia dini untuk berkembang, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kejujuran, sportivitas, percaya diri, serta membangun karakter positif sejak usia dini. Anak-anak kita hari ini adalah generasi penerus masa depan Kabupaten Kotawaringin Timur, bahkan bangsa Indonesia,” ungkap Irfansyah, Senin 28 April 2025.
Ia juga menambahkan bahwa pendidikan berkualitas sejak usia dini merupakan investasi terbaik untuk masa depan anak-anak.
Kegiatan ini diikuti oleh total 631 peserta, dengan 562 peserta yang berkompetisi dalam lomba mewarnai, 42 peserta dalam lomba alat peraga edukatif untuk guru, dan 27 peserta yang ikut dalam lomba bekal sehat.
Terpisah, Tri Susilowati selaku panitia pelaksana Gebyar PAUD, mengungkapkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membangun kreativitas guru serta mengasah kreativitas anak-anak dalam berbagai lomba.
“Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Dinas Pendidikan yang telah memberikan sumbangan piala untuk memeriahkan acara ini,” kata Tri.
Lebih lanjut, Tri menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hardiknas yang dimulai sejak bulan Februari dengan seminar, dan puncaknya akan dilaksanakan pada 5 Mei 2025.
“Puncaknya nanti akan ditutup dengan senam bersama dan pembagian hadiah,” ujarnya.
Sementara Ketua Kelompok Kerja Kepala Taman Kanak-kanak Kabupaten Kotawaringin Timur, Lynis Mindarwati, menyampaikan bahwa acara ini tidak hanya melibatkan anak-anak, tetapi juga orang tua yang ikut berpartisipasi dalam lomba menghias bekal sehat, serta guru yang berkompetisi dalam lomba alat peraga edukatif.
“Kami ingin memperingati Hardiknas dengan memberikan karya yang melibatkan semua pihak, karena kemajuan pendidikan adalah tanggung jawab bersama,” tuturnya.
Ia juga berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kompetensi dalam kreativitas anak, guru, dan orang tua.
Lynis menekankan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan lomba ini sangat luar biasa, yang menunjukkan semangat mereka untuk mendampingi anak-anak dalam memajukan pendidikan.
“Kegiatan semacam ini sangat penting untuk memberikan pengalaman kepada anak-anak dalam mengikuti perlombaan. Apakah mereka menang atau kalah, itu tidak masalah karena yang terpenting adalah proses, bagaimana sikap anak-anak dan orang tua dalam mengikuti lomba tersebut,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post