SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian dengan memastikan ketersediaan bahan bakar solar bersubsidi bagi para petani.
“Sektor pertanian yang menjadi pilar utama perekonomian daerah memerlukan perhatian khusus, terutama terkait dengan ketersediaan bahan bakar untuk mesin-mesin pertanian,”kata Pj. Sekretaris Daerah Kotim, Sanggul Lumban Gaol, Jumat 25 April 2025.
Sanggul menjelaskan, penyediaan bahan bakar solar bersubsidi merupakan langkah penting untuk menjaga kelancaran kegiatan pertanian, terutama saat musim panen raya dan penggarapan lahan.
“Penyediaan solar bersubsidi ini sangat penting agar petani dapat mengoperasikan mesin-mesin pertanian mereka dengan lebih mudah dan efisien. Kami berupaya agar bahan bakar ini tersedia tepat waktu dan dengan harga yang terjangkau,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kelancaran distribusi bahan bakar akan memastikan tidak ada hambatan teknis yang dapat mengganggu kegiatan pertanian.
Lebih lanjut, Sanggul menyampaikan bahwa penyediaan bahan bakar bersubsidi ini akan dilakukan dengan melibatkan dinas terkait serta kelompok tani di Kotim. Pemerintah daerah juga berupaya memperkuat koordinasi antara distributor bahan bakar, pemerintah, dan petani agar subsidi dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin.
“Kami berharap adanya komunikasi yang baik antara semua pihak agar penggunaan subsidi bahan bakar bisa benar-benar mendukung kebutuhan petani,” tambahnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kotim, Sepnita, menyatakan bahwa bahan bakar solar bersubsidi sangat membantu petani, terutama mereka yang berada di daerah-daerah terpencil.
“Dengan harga bahan bakar yang lebih terjangkau, petani dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan produktivitas pertanian mereka,” kata Sepnita.
Hal ini menunjukkan keseriusan Pemkab Kotim dalam mendukung keberlanjutan sektor pertanian. Pemerintah berharap sinergi yang terjalin antara pemerintah, petani, dan pihak terkait lainnya dapat terus berlanjut, guna mewujudkan hasil pertanian yang optimal dan berkelanjutan.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post