SAMPIT – Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-56 tingkat Kecamatan Baamang resmi dimulai dengan semarak pawai ta’aruf pada Jumat 25 April pagi. Semarak religi dan budaya banjiri jalanan Baamang, pawai ini menjadi simbol pembuka rangkaian kegiatan keagamaan tahunan yang mengusung semangat religiusitas dan kebersamaan di tengah masyarakat.
“Pawai ta’aruf ini menjadi awal dari MTQ Baamang tahun ini. Kami ingin mengajak masyarakat merasakan semangat MTQ sejak awal, mulai dari barisan pawai yang penuh warna hingga kegiatan inti yang digelar empat hari ke depan,” ujar Camat Baamang, Sufiansyah, Jumat 25 April 2025.
Barisan pawai mulai bergerak pukul 08.00 WIB, dengan rute start dari area tanah kantor Kecamatan Baamang di Jalan Cilik Riwut dan finish di Gedung Expo Sampit, depan Stadion 29 November. Sejak pagi, warga telah memadati sisi jalan, terutama di kawasan PJU Nur Mentaya. Antusiasme warga begitu tinggi, terlihat dari sorak-sorai dan tepuk tangan menyambut iring-iringan peserta.
“Pawai ta’aruf diikuti oleh sekitar 20 kelompok kafilah dari lima kelurahan dan satu desa yang ada di wilayah Baamang,”bebernya.
Selain itu, turut ambil bagian para pelajar dari SMP dan SLTA serta perwakilan majelis taklim. Mereka tampil mengenakan pakaian khas, membawa atribut bernuansa islami, dan membawa spanduk identitas masing-masing. Tidak ketinggalan atraksi drumband yang menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton.
Sebelum acara pembukaan resmi digelar malam harinya, para peserta mengikuti gladi pembukaan yang juga dilaksanakan pada Jumat siang. MTQ ke-56 tingkat Kecamatan Baamang akan berlangsung selama empat hari, dari Jumat 25 April hingga Senin 28 April 2025, dengan berbagai cabang lomba yang dipusatkan di Gedung Expo Sampit.
Sufiansyah berharap, kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga momentum memperkuat nilai-nilai keagamaan di masyarakat.
“Ini sejalan dengan visi misi HARATI, yaitu membentuk masyarakat yang religius. Semoga MTQ ini bisa menjadi jalan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di setiap kalangan,” tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post