SAMPIT — Komitmen kuat Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) dalam mendukung program-program strategis nasional kembali terlihat dalam partisipasi aktif Wakil Bupati Kotim, Irawati, pada kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Pembentukan Sekolah Rakyat serta Dialog Pilar-Pilar Sosial yang digelar di Aula Jayang Tingang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Acara yang diselenggarakan oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia ini menjadi sangat istimewa dengan kehadiran langsung Menteri Sosial, Drs. KH. Saifullah Yusuf. Kehadiran beliau menunjukkan kepedulian mendalam dan komitmen pemerintah pusat terhadap penguatan pilar-pilar sosial di seluruh daerah Indonesia, termasuk di wilayah Kalimantan Tengah.
Dalam keterangannya, Wakil Bupati Irawati menyampaikan rasa syukur dan kehormatan dapat mengikuti agenda penting ini sebagai bagian dari upaya sinergis antara pemerintah pusat dan daerah dalam memperkuat fondasi sosial masyarakat.
“Alhamdulillah, saya merasa sangat terhormat dapat mewakili Kabupaten Kotim dalam forum yang strategis ini. Program Sekolah Rakyat merupakan langkah nyata dalam membuka ruang pembelajaran dan pemberdayaan masyarakat di tingkat akar rumput,” ujarnya, Selasa 15 April 2025.
Lebih lanjut, Irawati menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat bukan hanya sekadar sarana edukasi, melainkan sebagai wadah untuk menumbuhkan kesadaran sosial, semangat kemandirian, serta menggali dan mengembangkan potensi lokal yang ada di tengah masyarakat.
Ia berharap, melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota, program ini dapat dijalankan secara optimal dan berkelanjutan.
“Saya berharap, melalui kegiatan ini dapat terjalin sinergi yang lebih erat antar semua lapisan pemerintahan, sehingga manfaat program sosial seperti Sekolah Rakyat dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat, khususnya warga Kotawaringin Timur,” tambahnya.
Sekolah Rakyat merupakan salah satu inisiatif unggulan Kementerian Sosial yang bertujuan membangun kapasitas dan kesadaran masyarakat melalui pendekatan partisipatif dan edukatif. Dalam program ini, masyarakat dilibatkan secara langsung dalam proses pembelajaran berbasis pengalaman hidup, untuk membentuk pribadi yang kritis, peduli sosial, dan mandiri secara ekonomi.
Kegiatan sosialisasi dan dialog ini diharapkan menjadi titik awal penguatan peran pilar-pilar sosial di Kalimantan Tengah dan daerah-daerah lainnya, sekaligus memperkuat hubungan lintas sektoral demi terciptanya pembangunan sosial yang inklusif dan berkelanjutan.
Mengakhiri pernyataannya, Wakil Bupati Irawati mengungkapkan doa dan harapannya.
“Aamiin ya rabbal ‘alamin. Semoga segala upaya kita dalam mewujudkan masyarakat yang mandiri dan berdaya mendapat ridha dan keberkahan dari Allah SWT,”tutupnya.
(dia/matakalteng)











