SAMPIT – Ditengah gencarnya pembangunan infrastruktur, ironi masih menyelimuti sebagian wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Sebanyak 25 desa di lima kecamatan hingga kini masih hidup dalam kegelapan karena belum tersentuh aliran listrik.
Kondisi ini menjadi tamparan keras bagi upaya pemerataan pembangunan. Namun, Bupati Kotim Halikinnor tak tinggal diam dan terus menunjukkan komitmennya dalam membenahi akses listrik di wilayah pedalaman.
“Hingga saat ini, masih terdapat 25 desa di lima kecamatan yang belum menikmati sambungan listrik, dan hal ini menjadi prioritas utama Pemkab dalam agenda pembangunan infrastruktur dasar,” ujarnya, Minggu 13 April 2025.
Bupati Kotim Halikinnor menegaskan bahwa pihaknya telah mengambil berbagai langkah konkret, termasuk menghadirkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) sebagai solusi sementara bagi desa-desa yang belum terjangkau jaringan PLN.
“Kami ingin seluruh masyarakat Kotim, tanpa terkecuali, merasakan manfaat pembangunan. Akses listrik adalah kebutuhan dasar yang harus terpenuhi,” ujar Halikinnor.
Upaya tersebut juga diperkuat dengan rencana kerja sama bersama perusahaan besar swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah Kotim. Pemerintah daerah akan memanfaatkan kelebihan daya listrik (exist power) dari PBS untuk membantu mengaliri desa-desa sekitar.
Selain itu, koordinasi intensif terus dilakukan dengan Unit Pelaksana Proyek Ketenagalistrikan (UP2K) Palangka Raya, khususnya untuk pembangunan jaringan listrik yang melintasi Sungai Mentaya menuju Kecamatan Pulau Hanaut—salah satu wilayah yang selama ini mengalami kendala akses listrik.
“Kami ingin pembangunan yang merata. Karena itu, kami tidak hanya menunggu, tapi juga jemput bola dengan berbagai pihak agar jaringan listrik bisa masuk ke desa-desa secepat mungkin,” tambahnya.
Pemerintah menyadari bahwa listrik bukan hanya soal penerangan, melainkan juga pemicu kemajuan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan. Dengan terang, aktivitas masyarakat akan semakin produktif dan kualitas hidup meningkat.
Pemkab juga mengajak masyarakat untuk mendukung program ini serta menjaga infrastruktur yang sudah dibangun agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post