SAMPIT – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) bersiap menggelar konferensi pemilihan Ketua baru untuk periode 2025–2028. Menjelang penutupan masa pendaftaran, satu nama mencuat sebagai kandidat kuat yakni Dody Rafliansyah, wartawan yang telah lama berkecimpung di dunia jurnalistik di Kalimantan Tengah.
Dody Rafliansyah dijadwalkan akan mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua PWI Kotim pada Senin, 14 April 2025 pukul 13.50 WIB di Sekretariat PWI Kotim, Jl. Ahmad Yani No.17, Sampit. Dia menjadi salah satu kandidat yang dinilai memiliki pengalaman dan komitmen kuat dalam memajukan organisasi profesi wartawan tersebut.
“Saya mendaftar dengan semangat kebersamaan. PWI bukan hanya milik segelintir orang, tapi milik kita semua. Karena itu, saya membawa semangat PWI adalah Kita dalam pencalonan ini. Kita artinya, Kreatif, Inovatif, Teruji dan Akuntabel,” ujar Dody, Minggu 13 April 2025.
Sebagai wartawan Madya yang telah bergabung dengan PWI sejak tahun 2008, Dody memiliki latar belakang profesional yang solid. Ia pernah menjadi bagian dari beberapa media lokal ternama seperti Radar Sampit, Beoneo News, Berita Sampit, serta mendirikan media online matakalteng.com pada tahun 2018 yang masih aktif hingga kini.
Dalam visi-misinya, Dody menawarkan sejumlah program unggulan seperti penyelenggaraan uji kompetensi dan pelatihan jurnalistik gratis, bantuan hukum bagi wartawan dan keluarganya, kerja sama dengan pemerintah daerah dan perguruan tinggi untuk program beasiswa, serta peningkatan kualitas koordinasi dan administrasi organisasi.
Selain itu, ia juga mendorong sinergi antara PWI dengan sektor swasta untuk mendukung program-program berkelanjutan dan berkemajuan demi kesejahteraan anggota. Pendaftaran calon Ketua PWI Kotim sendiri telah dibuka sejak 9 April dan akan ditutup pada 14 April 2025. Proses seleksi merujuk pada Pasal 27 Ayat 2 Peraturan Dasar PWI, yang memuat ketentuan dan syarat-syarat pencalonan.
Dody berharap, pencalonannya dapat menjadi pemantik semangat baru bagi insan pers di Kotim. “Saya ingin membangun PWI sebagai rumah besar yang kreatif, inovatif, dan akuntabel, tempat semua wartawan merasa dihargai dan memiliki ruang untuk berkembang,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post