SAMPIT – KM Lawit yang bersandar di Pelabuhan Sampit pada Kamis 10 April 2025 menjadi penanda resmi berakhirnya masa angkutan Lebaran tahun ini di wilayah Kotawaringin Timur. Kapal yang datang dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya itu membawa 1.414 penumpang dan menjadi kapal terakhir dari lima armada yang melayani arus balik Lebaran 2025.
Namun di balik ramainya kedatangan, angka pemudik tahun ini justru menunjukkan tren penurunan. Berdasarkan data Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit, tercatat arus balik mencapai 3.617 penumpang, sedangkan arus mudik mencapai 7.724 penumpang.
“Masih ada lebih dari tiga ribu penumpang yang belum kembali,” ungkap Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Kepelabuhanan KSOP Sampit, Gusti Muchlis, Kamis 10 April 2025.
Meski periode angkutan resmi telah berakhir, Muchlis menegaskan bahwa arus balik belum benar-benar usai. Beberapa kapal dari Surabaya dan sekitarnya masih dijadwalkan bersandar dalam waktu dekat, namun tidak lagi tercatat dalam masa angkutan Lebaran karena sudah melewati H+10.
Muchlis menjelaskan, penurunan jumlah penumpang dibanding tahun lalu yakni sekitar 6.000 orang atau 30 persen dipengaruhi oleh dua faktor utama durasi angkutan yang lebih singkat dan jumlah call kapal yang lebih sedikit.
“Tahun ini masa angkutan hanya 20 hari, sedangkan tahun lalu mencapai sebulan penuh. Selain itu, hanya ada 14 call kapal tahun ini, turun dari 20 call tahun lalu. Itulah yang membuat penurunan cukup signifikan,” jelasnya.
Kendati menurun, moda transportasi laut tetap menjadi andalan masyarakat Kotim. Dua pelabuhan besar di Kalimantan Tengah, yakni Sampit dan Kumai, masih menjadi titik favorit pemudik untuk berangkat dan pulang.
Bisa saja mereka mudik dari Sampit dan balik lewat Kumai. Jadi arus balik tersebar, tidak hanya terkonsentrasi di satu pelabuhan,” pungkas Muchlis.
Dengan usainya masa angkutan Lebaran, kini aktivitas Pelabuhan Sampit kembali berangsur normal. Namun, denyut arus balik masih terasa, menyisakan cerita perjalanan para pemudik yang membawa harapan dan semangat baru pasca-Lebaran.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post