SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor, menegaskan komitmennya untuk membenahi pelayanan di RSUD dr. Murjani seiring dengan evaluasi program Jaminan Kesehatan Semesta (UHC) dan meningkatnya jumlah pasien, khususnya untuk layanan cuci darah.
Dalam pelantikan pejabat struktural RSUD dr. Murjani pada Rabu 9 April 2025 Halikinnor mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menganggarkan lebih dari Rp50 miliar untuk mendukung program UHC. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah persoalan serius yang masih membebani masyarakat.
“UHC kita jalankan, anggarannya besar. Tapi kenyataannya warga kita masih harus dirujuk ke Surabaya atau Palangka Raya. Ini yang perlu kita evaluasi,” kata Halikinnor, Kamis 10 April 2025.
Ia menyoroti lonjakan pasien, terutama dalam layanan hemodialisis atau cuci darah, yang mengakibatkan antrean panjang dan keterbatasan alat serta tenaga medis. Saat ini, RSUD dr. Murjani hanya memiliki 21 unit mesin cuci darah, dan itu dinilai tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan harian pasien.
“Kalau sudah waktunya cuci darah tapi harus antre, bahkan dirujuk ke luar kota, itu jelas membebani masyarakat. Baik dari sisi biaya maupun tenaga,” lanjutnya.
Sebagai langkah konkret, Pemkab Kotim akan menambah alat kesehatan dan meningkatkan kapasitas SDM, termasuk dengan mendidik tenaga medis baru.
Halikinnor juga berharap, pejabat baru yang telah dilantik dapat langsung bekerja cepat dan tanggap terhadap permasalahan layanan rumah sakit.
Dirinya menegaskan, RSUD dr. Murjani adalah fasilitas vital yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pelayanan harus ditingkatkan, baik dari sisi profesionalisme, ketersediaan SDM, hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Fokus kita sekarang bukan membangun banyak proyek, tapi menangani hal yang langsung dirasakan rakyat. Salah satunya kualitas layanan kesehatan. Ini prioritas,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post