SAMPIT – Sekretaris Komisi III DPRD Kotawaringin Timur, Langkap, menyatakan dukungan penuh terhadap wacana Bupati Kotim yang berencana menyekolahkan putra-putri daerah untuk menjadi dokter spesialis. Menurutnya, langkah ini sangat strategis dalam rangka memperkuat kualitas dan kuantitas tenaga medis di daerah.
“Kami sangat mendukung. Karena memang saat ini tenaga dokter spesialis di Kotim sangat terbatas, bahkan banyak posisi kosong. Akibatnya, masyarakat kerap harus dirujuk ke luar daerah, padahal tidak semua warga bersedia,” ujar Langkap, Kamis 10 April 2025.
Namun demikian, Langkap mengingatkan agar program ini disertai dengan regulasi dan perjanjian yang tegas. Tujuannya agar para dokter yang sudah dibiayai sekolahnya oleh pemerintah benar-benar mengabdi di Kabupaten Kotim, bukan justru pindah ke daerah lain setelah lulus.
“Jangan sampai setelah jadi dokter spesialis, mereka justru bekerja di tempat lain. Harus ada perjanjian. Jika mengingkari, harus siap mengganti biaya pendidikan yang sudah dikeluarkan pemerintah. Kami sudah mendorong Dinas Kesehatan segera merumuskan aturan itu,” tegasnya.
Ia juga mendorong agar nantinya dokter spesialis tidak hanya ditempatkan di RSUD dr Murjani Sampit, tapi juga di rumah sakit pratama seperti di Samuda dan Parenggean. Dengan begitu, pelayanan bisa lebih merata dan tidak terpusat di satu rumah sakit saja.
“Kita ingin pelayanan kesehatan itu dekat dengan masyarakat. Kalau dokter spesialis bisa hadir di Samuda atau bahkan nanti kalau ada rumah sakit dibangun di Sebabi, tentu akan sangat membantu warga,” jelas Langkap.
Dirinya berharap setidaknya tersedia empat spesialis dasar di setiap rumah sakit pratama, seperti spesialis anak, penyakit dalam, bedah, dan kandungan.
“Kita ingin masyarakat Kotim mendapat pelayanan medis yang cepat dan tepat tanpa harus dirujuk ke luar daerah, karena itu program ini sangat positif dan patut direalisasikan,” pungkasnya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post