SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) berhasil terpilih menjadi salah satu daerah di Kalimantan Tengah yang melakukan panen raya serentak se-Indonesia sesuai Instruksi Presiden Indonesia, 7 April 2025 di Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit.
“Kita berkontribusi karena Kalimantan Tengah merupakan tempat program Food Estate yang sudah beberapa waktu lalu dilaksanakan dan alhamdulillah hari ini Kotim ikut bersama-sama panen raya karena memenuhi target luasan panen,”kata Bupati Kotim Halikinnor, Senin 7 April 2025.
Menurutnya, bagi kabupaten atau kota yang belum memenuhi target luasan lahan panen maka berkumpul di Kabupaten Pulang Pisau untuk melakukan panen bersama, sementara kabupaten Kotim yang telah memiliki luasan di atas 1000 hektar, maka melaksanakan di tempat masing-masing penanaman padi.
“Sehingga kita sangat bersyukur karena Kabupaten Kotim merupakan urutan ketiga di Kalimantan Tengah yang memiliki luasan terbanyak, pertama Kapuas dan yang kedua Pulang Pisau,”tegasnya.
Dirinya sangat berterima kasih terutama kepada Dinas Pertanian dan Peternakan yang sudah mempersiapkan acara panen raya ini. Dan Ia mengapresiasi kepada petani khususnya di daerah Lampuyang yaitu daerah selatan Kotim yang sudah ditetapkan sebagai daerah ketahanan pangan sudah maksimal.
Sementara Kepala Dinas Pertanian Kotim Sepnita mengatakan, bahwa luas panen padi di Kotim pada periode Januari hingga 6 April 2025 mencapai 5.065 hektare. Sementara itu, diperkirakan masih akan ada panen seluas 3.508 hektare lagi hingga Juni 2025.
“Sebelumnya Kotim sempat berada di zona merah, kini Kotim sudah berada di zona hijau pada bulan Maret dan April. Dan ada empat kabupaten di Kalteng yang luas tanamnya dari Januari sampai Maret mencapai lebih dari 1.000 hektare, yaitu Kapuas, Pulang Pisau, Kotim, dan Seruyan. Karena itu kita wajib ikut Zoom bersama Presiden,” ujarnya.
Sepnita juga menjelaskan bahwa meskipun panen biasanya selesai pada April, tahun ini jadwal tanam mundur akibat banjir, sehingga puncak panen diperkirakan baru akan berlangsung pada Mei mendatang.
“Target Kotim itu sebelumnya untuk luas tanam sekitar 8.000 hektare lebih. Nah kita sudah berada pada posisi luas panen 5.065 hektar. Berarti ada sekitar 3.500 hektar lagi yang akan dilaksanakan panen pada bulan Mei dan Juni sebagai puncak panen,” tegasnya.
Dirinya bersyukur pada tahun ini tidak ada gangguan hama penyakit, dan dibandingkan tahun lalu luasan panen ada peningkatan karena adanya lokasi optimasi lahan seluas 3.528 hektar.
Optimasi lahan adalah lahan yang ada diperbaiki. Dan diharapkan pada tahun 2025 ini akan dilaksanakan kegiatan untuk pembersihan atau normalisasi saluran yang melewati hutan lindung.
“Kita optimis Lampuyang ini akan mampu melaksanakan tiga kali tanam dalam setahun, dan memanv luasan lahan pertanian di Lamluyang ini masih bisa dikembangkan, hanya saja posisinya terkendala kawasan,” tutupnya
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post