SAMPIT – Pemerhati politik dan kebijakan publik di Kotawaringin Timur Agung Adi Setiyono menilai, banyak jabatan di Kabupaten Kotawaringin Timur yang seharusnya dievaluasi agar dijabat oleh sumber daya manusia yang berkompetensi di bidangnya.
Menurutnya, sektor-sektor yang paling krusial seperti RSUD dr Murjani Sampit tentunya tidak hanya dari sisi top manajemen, tetapi sampai ke jajaran di bawahnya sudah layak dievaluasi. Bahkan dirotasi ke satuan kerja lain.
“Pertama, karena RSUD selama ini paling banyak mendapatkan sentimen negatif dari publik. Karena disitu adalah pelayanan vital, jadi yang ditempatkan adalah orang-orang yang punya semangat dan misi pelayanan,” ujarnya, Senin 7 April 2025.
Apalagi ia menilai, persoalan sosial di Kotim cukup kompleks. Yang mana tidak hanya pada RSUD saja namun beberapa instansi lainnya. Salah satunya Satpol-PP dan Dinas Sosial.
“Sudah selayaknya Satpol PP Kotim bersama Dinas Sosial Kotim saling bersinergi untuk melakukan pembenahan hingga penertiban di lapangan. Munculnya gelandangan, pengemis jalanan hingga anak-anak di lampu merah ini menandakan ada sistem pengawasan kita yang tidak berjalan di daerah ini, sehingga mereka bisa leluasa berkembang dan bertumbuh menjadi persoalan sosial yang mengkhawatirkan jika dibiarkan,”tegasnya.
Untuk itu, Agung mendorong agar Bupati Kotim Halikinnor melakukan penempatan pejabat sesuai kemampuannya. Apalagi mengingat sejumlah dinas saat ini hanya dipimpin pelaksana tugas.
“Secara kewenangan terbatas dan harusnya Plt ini jangan lama-lama. Maksimal enam bulan, sehingga dalam pengambilan keputusan pun lebih cepat,” jelasnya.
Mutasi jabatan di lingkup Pemkab Kotim diyakini akan segera dilaksanakan, mengingat sejumlah pejabat telah purna tugas alias pensiun pada 2024 lalu. Selain itu, sejumlah pejabat lainnya juga memasuki masa pensiun tahun ini.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post