SAMPIT – Asisten II Bidang Pereknomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Alang Arianto menilai, saat ini usaha peternakan masih menjanjikan untuk digeluti masyarakat meski harga pakan masih tergolong mahal di daerah ini.
“Meski harga pakan masih mahal yang kerap kali membuat biaya produksi juga tinggi dan berpengaruh terhadap harga jual ayam serta telur di pasaran namun usaha peternakan ini masih bisa digeluti sebagai peluang usaha,”ujarnya, Kamis 3 April 2025.
Menurutnya, peternakan khususnya ayam petelur lebih menguntungkan karena jika tidak laku dalam satu dua minggu masih bisa bertahan sementara jika ayam potong terus dipanen maka bisa terjadi pemborosan biaya pakan sedangkan bobotnya tidak bertambah.
Untuk itu kami mendorong masyarakat menangkap peluang usaha ini termasuk ayam petelur guna meningkatkan perekonomian masyarakat apalagi kebutuhan di daerah kita saat ini cukup tinggi,”tegasnya.
Lanjutnya, pemerintah Kotim berharap pembangunan pabrik pakan ternak di kecamatan Parenggean oleh pemerintah provinsi Kalimantan Tengah bisa segera selesai sehingga harga pakan ternak bisa ditekan agar lebih murah.
“Kita juga mendorong agar perusahaan besar swasta yang ada di daerah ini membantu masyarakat di desa-desa sekitar perusahaan untuk memulai usaha di bidang peternakan ini, yang mana perusahaan bisa membantu masyarakat memulai usahanya melalui program CSR,”ucapnya.
Selama ini pemenuhan kebutuhan ayam dan telur di Kotim sebagian dipasok dari Provinsi Kalimantan Selatan dan sejumlah daerah di Pulau Jawa. Hal ini karena produksi peternakan lokal belum mampu memenuhi permintaan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim pada 2024 lalu, produksi telur di daerah ini terdiri dari telur ayam petelur sebanyak 1.128.960 butir, ayam buras 244.934 butir, itik 185.639 butir, dan telur burung puyuh 1.512 butir. Sementara itu, produksi daging unggas di daerah ini pada 2024 lalu, tercatat yakni 283.293 kilogram daging ayam buras dan 41.605 daging bebek.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post