SAMPIT – Forum Anak Daerah (FAD) Kabupaten Kotawaringin Timur turut dilibatkan dalam Musrebang baik tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten sebagai komitmen dalam membangun daerah yang ramah anak.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotim Imam Subekti menegaskan bahwa peran pemuda sangat penting dalam pembangunan daerah.
“Pembangunan berbasis keramahan gender dan anak- anak harus memperhatikan keinginan mereka. Oleh karena itu, pendekatan bottom-up harus dimunculkan, sehingga kami memfasilitasi mereka dalam m enyampaikan aspirasi,” ujar Imam, Kamis, 3 April 2025.
Pendekatan bottom-up adalah strategi pembangunan yang berangkat dari aspirasi masyarakat, bukan hanya keputusandaripemerintah pusat atau daerah. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan lebih sesuai dengan kebutuhan nyata di lapangan.
“Keikutsertaan mereka dalam Musrenbang tidak hanya sekedar wadah aspirasi, karena keberadaan FAD sendiri juga menjadi poin penting dalam penilaian Kabupaten layak anak,”bebernya.
Yang mana dalam penilaian nanti lanjutnya, peran forum ini pada pemerintahan daerah akan dinilai. FAD Kotim sendiri anggotanya dipilih melalui proses seleksi dan akan membentuk pengurus di tingkat Kecamatan serta Kabupaten.
“Kemungkinan pengukuhan pengurus ini nantinya akan kita lakukan bertepatan dengan peringatan Hari Anak Nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Bupati Kotawaringin Timur Halikinnor menyambut baik keterlibatan pemuda dalam pembangunan daerah melalui Forum Anak Daerah.
“Ini adalah langkah positif yang harus terus dikembangkan. Anak-anak muda memiliki pemikiran yang kreatif. Mereka adalah generasi penerus yang harus mulai dibiasakan untuk terlibat dalam pembangunan sejak dini,”ungkapnya.
Sehingga lanjutnya, anak muda di daerah ini bisa belajar, berkontribusi, dan menjadi bagian dari solusi untuk Kotim yang lebih baik.
Ia juga menegaskan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan bagi Forum Anak Daerah agar mereka bisa bekerja secara optimal dalam menyuarakan aspirasi dan harapan para pemuda di Kotim.
“Kami ingin memastikan bahwa setiap kebijakan pembangunan tidak hanya berpihak pada infrastruktur dan ekonomi, tetapi juga ramah terhadap anak-anak dan generasi muda kita,”tegasnya.
Dengan adanya Forum Anak Daerah, menurutnya, suara mereka dapat lebih didengar dan diwujudkan. Sehingga dalam pembangunan daerah pemerintah melibatkan semua pihak tidak hanya pemangku kepentingan namun juga para pemuda daerah.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post