SAMPIT – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Sampit menargetkan terjadi kenaikan sekitar 10 hingga 15 persen penumpang kapal di Pelabuhan Sampit selama periode musik Idul Fitri 2025.
“Kami memprediksi kenaikan jumlah penumpang tidak terlalu banyak, sekitar 10 sampai 15 persen dari tahun sebelumnya. Karena kami melihat sewaktu mudik natal 2024 dan tahun baru 2025 lalu tidak tercapai target kami 10 persen,”kata Gusti Muchlis selaku Kasi Lalu Lintas Angkutan Laut dan Usaha Pelabuhan KSOP Kelas III Sampit, Senin 10 Maret 2025.
Penurunan ini indikasinya berdasarkan evaluasi, karena ada beberapa alternatif penumpang melakukan perjalanan mengingat sudah dibukanya angkutan penerbangan jalur baru.
Kemudian faktor lain adalah cuaca yang cukup ekstrem, sehingga banyak masyarakat yang memilih untuk tidak melakukan perjalanan.
Ketiga indikasinya karena banyak masyarakat yang memilih berangkat dari pelabuhan Kumai yang frekuensinya lebih banyak dari pelabuhan Sampit untuk perjalanan ke pulau Jawa.
“Tahun lalu jumlah penumpang berkisar sekitar 9.800 untuk jumlah turun dan naik kapal. Dimana jumlah ini mengalami kenaikan lebih besar mencapai 90 persen. Bahkan kami hanya memprediksi naik 20 persen, namun ternyata lebih,”bebernya.
Menurutnya, hal itu karena faktor cuaca baik dan jumlah kapal yang banyak serta rentang waktu pelaksanaan lebih lama yakni 30 hari, pada H-15 dan H+15 lebaran. Sementara di 2025 ini hanya 20 hari. Sehingga sulit untuk mencapai prediksi kenaikan 30 hingga 40 persen.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post