SAMPIT – Menjelang bulan suci Ramadan tahun 2025 yang tinggal sebulan lagi, pemerintah daerah kabupaten Kotawaringin Timur melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kotim akan memantau harga gas bersubsidi (gas 3kg) khususnya di Kota Sampit.
Terutama karena diketahui, di Kota Sampit penjualan gas bersubsidi yang kerap kali dikenal gas melon masih banyak dijual di atas harga eceran tertinggi. Padahal gas ini diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
“Untuk itu kami akan melakukan inspeksi mendadak nantinya untuk memantau harga yang dijual di pangkalan pangkalan gas elpiji khususnya yang ada di kota Sampit,”kata Plt Kepala Diskoperindag Kotim Fahrujiansyah, Kamis 6 Februari 2025.
Menurutnya, saat ini pihaknya hanya bisa melakukan pemantauan lantaran untuk pengawasan ada tim khusus yaitu tim terpadu yang langsung dari pemerintah provinsi.
“Untuk penjualan gas elpiji beras subsidi di atas HET memang kita akui masih ada terutama yang mengejar di warung-warung dan hal ini akan kita tindaklanjuti ke depannya,”tegasnya.
Dirinya juga mengakui pada akhir tahun 2024 lalu keberadaan gas elpiji bersubsidi sempat mengalami kelangkaan namun pada 2025 ini semua kembali normal dan gas elpiji bersubsidi sudah dapat terpenuhi.
Diketahui, pemberian subsidi gas elpiji oleh pemerintah melalui anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ditujukan untuk meringankan beban masyarakat sehingga diharapkan pendistribusiannya tepat sasaran.
Namun faktanya di lapangan tujuan tersebut kerap kali tidak tercapai lantaran masih banyak pedagang di tingkat pangkalan yang melakukan permainan harga dan menjual ke pengecer sehingga harga di tingkat pengecer menjadi lebih mahal.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post