SAMPIT – Pemerintah kabupaten Kotawaringin Timur menggelar rapat koordinasi terkait pelaksanaan program akan bergizi gratis yang akan direalisasikan pada Januari 2025 ini. Raoat koordinasi dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kotim Irawati.
“Program ini merupakan wujud nyata dari komitmen Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas gizi dan kesehatan masyarakat khususnya anak-anak sebagai generasi penerus bangsa dan asupan makanan bergizi. Kita berharap anak-anak kita dapat tumbuh sehat, cerdas dan berdaya saing tinggi,”ujarnya, Senin 13 Januari 2025.
Yakni lanjutnya, agar mereka mampu menghadapi tantangan di masa depan. Program ini bukan hanya sekedar memenuhi kebutuhan dasar pangan tetapi juga bagian dari langkah strategis untuk mendukung pencapaian sustainable development goal.
Khususnya pada poin kedua yaitu mengakhiri kelaparan mencapai ketahanan pangan dan meningkatkan gizi. Dalam pelaksanaan uji coba ini ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian bersama, yang pertama sinergi dan kolaborasi program ini memerlukan kerjasama lintas sektor antara pemerintah, dunia usaha, organisasi masyarakat serta tokoh agama dan tokoh adat.
“Mari kita bersama-sama bahwa bahu agar program ini berjalan efektif dan tepat sasaran. Yang kedua data dan informasi yang akurat jadi pastikan bahwa sasaran penerima manfaat seperti siswa dari keluarga kurang mampu mendapatkan prioritas utama,”tegasnya.
Untuk itu data yang akurat dan terintegrasi sangat dibutuhkan dan tentunya dipunyai oleh kepala desa, lurah Camat yang nantinya disampaikan kepada Badan Gizi Naisonal.
“Yang ketiga monitoring dan evaluasi dilakukan evaluasi secara berkala terhadap pelaksanaan program ini, kita perlu memastikan bahwa setiap kendala dapat segera di idetifikasi dan diselesaikan,”terangnya.
Sementara itu Pj Sekda Kotim Sanggul Lumban Gaol mendesak agar Dinas Pendidikan Kabupaten Kotim segera merampungkan pendataan jumlah peserta didik yang akan menerima program makan bergizi gratis ini di 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Kotim.
“Karena kita tidak ingin Kabupaten Kotim nantinya dinilai tidak siap melaksanakan program akan bergizi gratis lantaran data yang belum juga rampung. Kita minta dalam minggu ini juga semua data 17 Kecamatan sudah selesai dan dilaporkan kepada badan gizi nasional,”tegasnya.
Dirinya juga menyebutkan sasaran dari program ini ada 8 sektor diantaranya PAUD, TK, SD, SMP, SMA dan SMK, pesantren, Madrasah Ibtidaiyah serta ibu hamil dan menyusui.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post