SAMPIT – Menjelang pelaksanaan haul Sekumpul di Kalimantan Selatan hingga saat ini khususnya di kabupaten Kotawaringin Timur belum ada permintaan kerjasama dengan Dinas Kesehatan kabupaten Kotawaringin Timur untuk melaksanakan pemeriksaan kesehatan di sejumlah titik rest area, yang biasanya menjadi tempat persinggahan rombongan yang berangkat dari Kabupaten Seruyan maupun kabupaten Kotim sendiri.
“Belum ada permintaan untuk kerjasama rest area untuk pemeriksaan kesehatan. Namun apabila ada yang meminta kerjasama baik itu dari masyarakat maupun organisasi, maka kami terbuka saja misalnya untuk melakukan skrining kesehatan masyarakat yang akan bepergian,”kata Kepala Dinkes Kotim Umar Kaderi, Selasa 31 Desember 2024.
Bahkan lanjutnya, Dinkes juga siap jika ada permintaan untuk melakukan tes kesehatan makanan yang biasanya disediakan secara gratis di beberapa rest area untuk rombongan haul Sekumpul.
“Seperti tahun-tahun yang lalu memang ada beberapa pertanyaan untuk melakukan pendampingan di rest area baik itu untuk pemeriksaan kesehatan warga maupun pemeriksaan kesehatan makanan,”bebernya.
Diketahui untuk Puncak haul Guru Sekumpul di Kalimantan Selatan akan dilaksanakan pada tanggal 5 Januari 2024. Dari kabupaten Kotawaringin Timur sendiri diinformasikan akan banyak rombongan yang berangkat sejak tanggal 3 Januari 2024 yaitu sebanyak 106 unit mobil yang telah terdaftar dalam rombongan untuk berangkat haul Sekumpul.
Beberapa rest area dan tempat makan gratis yang tersedia untuk para rombongan dimulai dari Jalan Tjilik Riwut Sampit ada satu titik, kemudian Pelantaran, Kereng Pangi, Kasongan, Palangka, Pulang Pisau, Kapuas dan Anjir, hingga tiba di Banjarmasin.
Salah seorang Ustad di Kota Sampit Ustad Muhda menyampaikan, untuk berangkat menuju haul Sekumpul hendaknya menanamkan niat liridha lillahi taala untuk hadir mengambil keberkahan sayyidul makam yang di dalam nya mengandung nur Muhammad.
“Sebelumnya tidak lupa yang utama terlebih dahulu yaitu mendatangi Makam orang tua jika sudah meninggal. Insya Allah dengan berkat ziarah ke makam wali Allah, mendapat keberkahan hidup,”ucapnya.
Tambahnya, mengingat hukum mendatangi haul adalah sunnah sehingga tidak dibenarkan jika meninggalkan tanggung jawab seperti pekerjaan, keluarga, maupun urusan lainnya dengan alasan mendatangi haul.
“Dalam hadits qudsi, Allah Ta’ala berfirman, (Jika hamba-Ku selalu melaksanakan perbuatan sunah, niscaya Aku akan mencintanya). Hadits ini diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu anhu,”tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post