SAMPIT – Dari kaji cepat yang dilakulan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotawaringin Timur, mendapati ada 7 desa/kelurahan di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan mengalami banjir. Banjar yang terjadi tidak hanya merendam rumah warga namun juga sejumlah fasilitas umum termasuk sekolah.
“Daerah banjir yaitu Kelurahan Basirih Hilir, Kelurahan Samuda Kota, Desa Handil Sohor, Desa Samuda Kecil, Desa Samuda Besar, Desa Sebamban dan Desa Sei Ijum Raya,” kata Kepala BPBD Kotim Multazam, Jumat 6 Desember 2024.
Menurutnya, BPBD mendapatkan laporan banjir terjadi sejak 29 November hingga 2 Desember 2024. Pada 3 Desember banjir sempat Mengalami penurunan dan kembali meningkat pada 5 Desember sekitar pukul 10.00 WIB.
Sehingga BPBD bersama pihak kecamatan serta Kades Basirih Hilir, Plt. Camat Mentaya Hilir Selatan dan beberapa sukarelawan bencana di wilayah itu turun langsung melakukan kaji cepat.
“Fasilitas Umum dan infrastruktur yang terdampak yaitu Kantor Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Jl. Samuda Ujung Padaran Km. 1,5 dengan ketinggia 10 – 20 cm, menyebabkan layanan fungsional terbatas,”ujarnya.
Selain itu, yang juga turut terendam banjir Kantor Balai Penyuluh Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan di wilayah itu, SDN 2 Basirih Hilir yang menggenangi halaman sekolah dengan ketinggian halaman 10 – 20 cm, SMAN 1 Mentaya Hilir Selatan dengan ketinggian banjir 20-30 cm.
“Meski sebagian masuk dalam kelas, namun kegiatan di sekolah masih tetap aktif. Kecuali di TK PGRI Samuda yang direndam cukup dalam terpaksa diliburkan,”bebernya.
Kemudian, fasilitas umum lainnya yang juga terdampak Kantor Bumdes Bersama Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, Kantor Pos Sektor Damkarmat, Kantor Desa Sebamban, SDN 4 Sebamban, Pustu Desa Sebamban, Kantor Desa Sei Ijum Raya, Pustu Desa Sei Ijum Raya, Masjid Nurul Yakin Samuda, Mushola di Kelurahan Samuda Kota, Jalan Menuju ke SMKN 1 Mentaya Hilir Selatan, Jalan Samuda – Ujung Pandaran dan 85 rumah warga yang menyenabkan sebagian harta benda masyarakat terendam.
“Pada umumnya kegiatan ekonomi masih bisa berjalan walaupun terbatas,” terangnya. Sementara itu Ahmad Apandi selaku kepala seksi ketentraman dan ketertiban umum Kecamatan MHS menyampaikan, banjir diakibatkan tingginya curah hujan yang terjadi pada beberapa hari terakhir yang menyebabkan ketinggian banjir terus mengalami peningkatan yaitu sekitar 70 hingga 80 cm di atas permukaan tanah.
“Sedangkan yang masuk ke dalam rumah warga ketinggian air sekitar 10 sampai 20 cm di atas lantai. Sehingga kami berharap musibah ini mendapatkan perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Kotim untuk melakukan penanganan agar banjir bisa segera surut,” tutupnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post