SAMPIT – Banjir yang sempat melanda Desa Sungai Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kini mulai surut, hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim, Multazam K. Anwar, mengungkapkan bahwa kondisi di desa tersebut perlahan kembali normal, dan puluhan warga yang sebelumnya mengungsi kini sudah kembali ke rumah masing-masing.
“Banjir yang terjadi sejak 28 hingga 30 November 2024 sudah mulai surut sejak kemarin. Meskipun masih ada genangan di beberapa pekarangan penduduk, ketinggian air terus menurun,” kata Multazam, Selasa, 3 Desember 2024.
Menurut Multazam, penurunan permukaan air disebabkan oleh berkurangnya intensitas hujan beberapa hari terakhir. Cuaca yang mulai cerah turut membantu proses pengeringan wilayah yang sebelumnya tergenang air.
Sebanyak 24 kepala keluarga yang sempat mengungsi kini sudah bisa kembali ke kediaman mereka. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, mengingat potensi hujan lebat masih ada di bulan Desember.
“BMKG telah memberikan peringatan dini bahwa intensitas hujan bisa kembali meningkat. Meskipun saat ini cuaca lebih cerah, kami berharap warga tetap berjaga-jaga dan tidak lengah,” imbuhnya.
Selain waspada terhadap banjir, Multazam juga meminta warga untuk menjaga kebersihan lingkungan setelah air surut. Genangan air yang tersisa dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk penyebab penyakit seperti demam berdarah.
BPBD Kotim sendiri telah mengerahkan tim untuk memantau dan membantu warga di desa-desa terdampak banjir. Selain itu, mereka juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan logistik darurat seperti makanan, air bersih, dan obat-obatan tetap tersedia.
“Kami ingin memastikan warga tidak hanya selamat dari banjir, tetapi juga tetap sehat dan aman setelahnya. Oleh karena itu, bantuan dan dukungan akan terus kami salurkan sesuai kebutuhan,” jelas Multazam.
Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat di wilayah rawan banjir lainnya untuk memantau informasi cuaca dari BMKG dan mempersiapkan langkah-langkah mitigasi. Beberapa kecamatan di Kotim, seperti Telaga Antang, Bukit Santuai, dan Antang Kalang, dinilai memiliki potensi banjir yang sama tinggi akibat curah hujan yang tidak menentu di akhir tahun.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap siaga, menjaga dokumen penting di tempat yang aman, dan mengikuti arahan pemerintah jika situasi memburuk,” pungkasnya.
(gus/matakalteng)




















Discussion about this post