SAMPIT – Kapolres Kotawaringin Timur AKBP Resky Maulana Zulkarnain menyampaikan, ada 51 Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Kotim yang dipetakan masuk daerah rawan, baik itu rawan bencana alam, Blank Spot maupun gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat.
“Namun kita bersyukur bahwa di Kotim ini tidak ada daerah yang sangat rawan, hanya rawan saja. Berdasarkan pemetaan itu ada daerah rawan, tidak rawan dan sangat rawan,” ujarnya, Sabtu 23 November 2024.
Disampaikannya pula, Polres Kotim akan melakukan pengamanan ketat. Baik dari penyaluran logistik yang dimulai hari ini yaitu sudah melakukan pengecekan-pengecekan terhadap tempat, penempatan, lokasi TPS hingga kembali ke gudang logistik serta tahapan-tahapan berikutnya. Bahkan pihaknya telah melakukan mitigasi kerawanan baik itu dari segi preventif dan represifnya.
“Kemudian ke depan kita akan memasuki masa tenang dan nanti kita juga sudah koordinasikan untuk di masa tenang akan ada penebalan dari personil Polda, yang akan dilakukan pergeseran pada hari Senin mendatang untuk mempertebal pengamanan di wilayah hukum Kotim,” ucapnya.
Disebutkannya, personil yang dilibatkan dari Polres Kotim untuk di rangkaian keseluruhan ada 404 personel, dan akan ada perbantuan dari Polda sekitar 100 personil yang akan ditempatkan sesuai dengan kebutuhan penebalan di titik karawanan.
Tambahnya, khusus untuk blankspot sudah terakomodasi semua dari bantuan pemerintah daerah serta bekerja sama dengan pihak ketiga. Sehingga dari 50 Black Spot sudah nihil.
“Kemudian kerawanan bencana banjir, kita mitigasi juga lokasi pergeseran logistik jika terjadi bencana. Untuk wilayah rawan akan ada perbedaan jumlah personel yang berjaga,” bebernya. Hingga saat ini menurut AKBP Resky, kondisi daerah masih aman, kondusif, terkendali untuk seluruh wilayah hukum Polres Kotim.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post