SAMPIT – BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit menggelar acara Gala Beyond Universal Worker Coverage yang berlangsung selama tiga hari mulai 15 hingga 17 November 2024 di Atrium Citimall Sampit.
Acara ini dirancang untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya perlindungan sosial melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, dengan cara yang inovatif dan menarik, melalui kombinasi edukasi, kompetisi e-sport, dan dukungan terhadap UMKM lokal.
“Agar menghubungkan generasi muda dengan Perlindungan Sosial,”kata Dwi Ari Wibowo, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Sampit, Senin, 18 November 2024.
Salah satu daya tarik utama dari acara ini adalah lomba Mobile Legend yang diikuti oleh 64 tim dari berbagai desa di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kompetisi ini tidak hanya bertujuan untuk menghibur, tetapi juga untuk menarik perhatian generasi muda yang menjadi target utama dalam memperkenalkan pentingnya program BPJS Ketenagakerjaan.
“Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan bahwa perlindungan sosial itu penting untuk semua orang, termasuk pekerja informal dan generasi muda yang mungkin belum paham betul tentang manfaat BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.
Bahkan, pihaknya juga melakukan pemberdayaan UMKM dan kolaborasi dengan komunitas lokal. Yaitu selain lomba Mobile Legend, acara ini juga memberikan ruang bagi pelaku UMKM untuk memamerkan produk-produk unggulan mereka di 15 tenant yang disediakan, yang terdiri dari 6 tenant komersial dan sisanya merupakan tenant undangan dari UMKM desa.
Salah satu tenant spesial adalah BPR Ukabima, yang hadir untuk memberikan dukungan pembiayaan usaha bagi para pengusaha lokal yang ingin mengembangkan bisnis mereka.
“Kami tidak hanya ingin masyarakat paham tentang perlindungan sosial, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM yang menjadi bagian penting dari ekonomi desa,”tegasnya.
Acara ini juga mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dan berbagai tokoh masyarakat. Pada malam penutupan, acara ini akan dihadiri oleh PT Pos Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, serta pejabat pemerintah daerah Kotim.
Kehadiran mereka menunjukkan komitmen untuk terus memperluas jangkauan program perlindungan sosial ke seluruh lapisan masyarakat, terutama yang ada di desa-desa terpencil.
“Keberlanjutan acara ini sangat penting bagi kami. Dengan adanya acara seperti ini, kami harap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya perlindungan sosial, dan lebih banyak lagi desa-desa yang akan bergabung dalam program ini,” jelas Dwi.
Lebih lanjut disampaikan, Gala Beyond Universal Worker Coverage bukan hanya sebuah acara tahunan, namun diharapkan dapat menjadi model untuk kegiatan serupa di masa depan. Dwi Ari Wibowo berharap acara ini akan diadakan lebih sering, bahkan setiap bulan, di berbagai lokasi, baik di kafe-kafe maupun desa-desa lain di Kotim.
“Kami ingin acara ini menjadi lebih dari sekedar lomba. Ini adalah langkah awal untuk menciptakan kesadaran yang lebih luas tentang perlindungan sosial. Kedepannya, kami berharap dapat terus mengedukasi masyarakat dan meningkatkan partisipasi mereka dalam BPJS Ketenagakerjaan,” tambah Dwi.
Dengan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai pihak, Gala Beyond Universal Worker Coverage sukses menggabungkan hiburan, edukasi, dan pemberdayaan ekonomi dalam satu platform yang menyasar berbagai kalangan, dari pekerja muda hingga pengusaha lokal.
Kegiatan ini menciptakan peluang untuk memperluas jangkauan perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan di Kotim, sekaligus menghidupkan semangat gotong royong dan pemberdayaan ekonomi lokal.
Terpisah Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kotim, Johny Tangkere menyampaikan, pemerintah daerah terus mendukung dan mendorong keberluasaan jangkauan perlindungan sosial BPJS Ketenagakerjaan termasuk bagi pekerja rentan dikotil dan juga karyawan di sejumlah perusahaan besar swasta di daerah ini.
“Kalau untuk PBS memang sejauh ini mereka tertib mendaftarkan karyawannya dalam kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Sementara untuk pekerja rentan saat ini kita masih terus mendorong melalui berbagai macam program salah satunya didaftarkan melalui dana bagi hasil perkebunan kelapa sawit yaitu yang sudah mengcover 4.400 petani yang tergolong sebagai pekerja rentan,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post