SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur melalui Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kurniawan Wibowo menyampaikan, hibah bangunan tidak bisa dilakukan sembarangan. Hal itu disampaikannya menanggapi aspirasi dari pengurus Ikatan Pelajar mahasiswa Kotim (IPMK) yang ada di Palangkaraya.
“Mereka itu kemarin meminta hibah untuk sekretariat ipmk di Palangkaraya, namun sekali lagi kami jelaskan bahwa hibah bangunan itu tidak bisa sembarangan dan ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi,”ujar Wibowo, Selasa 8 Oktober 2024.
Dirinya juga menyampaikan bahwa jika hibah itu dilakukan secara serampangan maka bisa menjadi temuan pada saat audit dari kementerian keuangan atau badan pengelolaan keuangan Republik Indonesia (BPK RI).
“Jika terkait pengadaan barang seperti komputer itu pun juga harus bertahap. Karena pemerintah Kotim ini tidak hanya memperhatikan untuk sekretariat IPMK yang ada di Palangkaraya saja namun juga ada di kota besar lainnya seperti Banjarmasin hingga Yogyakarta,”ungkapnya.
Sementara jika adanya kerusakan pada sekretariat yang dihuni saat ini menurut Wibowo pengurus IPMK bisa melakukan perbaikan secara mandiri menggunakan dana pribadi atau urutan semua anggota. Namun nantinya pembayaran itu bisa diklaim kan kepada pemerintah daerah untuk diganti.
“Karena misal jika ada kebocoran atap tentu kami tidak bisa langsung melakukan perbaikan ke lokasi karena keterbatasan jarak pemerintah yang ada di kota Sampit. Kita juga tidak bisa membawa tukang dari Sampit, makanya pengurus harus bisa berinisiatif memperbaiki sendiri. Nanti nota pembayarannya bisa di klaim ke kami,”imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Ikatan Pelajar Mahasiswa Kotim, Agung Setiawan menyampaikan, pihaknya setiap tahun mengajukan bantuan seperti kebutuhan sekretariat dan penunjang agar rekan-rekan mahasiswa untuk berorganisasi.
“Karena jika organisasinya mati maka tidak menutup kemungkinan asrama mahasiswa Kotim pun juga mati lantaran tidak ada yang mengurusnya,”ucap Agung.
Menurutnya, pengurus memang sudah seringkali berinisiatif melakukan perbaikan sendiri jika ada kerusakan kecil. Namun dirinya berharap ada perhatian serius dari pemerintah terhadap bangunan sekretariat maupun asrama mahasiswa Kotim yang ada di Palangkaraya mengingat kondisinya yang memprihatinkan.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post