SAMPIT – Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Shalahuddin menyebutkan 95 persen jalan provinsi yang ada di Kabupaten Kotim kondisinya baik atau mantap. Hanya sekitar 4,5 persen saja yang belum diperbaiki atau tidak mantap.
“Kemarin kami sampaikan apa yang telah kami kerjakan selama ini yaitu sejak pemerintahan Gubernur Kalteng Sugianto Sabran. Diantaranya pembangunan infrastruktur jalan provinsi yang ada di kabupaten, salah satunya di Kotim,” katanya, Kamis 3 Oktober 2024.
Pembangunan yang telah dilakukan itu disampaikan olehnya di hadapan para kepala desa yang ada di Kotim pada rapat kerja yang digelar di Aula Rumah Bupati Kotim, Rabu, 2 Oktober 2024.
Pada kesempatan itu, dirinya menyampaikan pembangunan di Kotim masa pemerintahan Sugianto Sabran sejak 2016-2024.
Disampaikan, selama pemerintahan Sugianto Sabran, Pemprov Kalteng telah melakukan banyak pembangunan terutama infrastruktur di kabupaten seperti di Kotim.
Disebutnya, dari 272,47 Km jalan provinsi di Kotim, jalan dengan kondisi baik sekitar 185 Km atau 67,90 persen, sedang 72,62 Km atau 26,65 persen. Sementara yang rusak ringan sekitar 9,85 Km atau 3,62 persen dan jalan dengan kondisi rusak berat sepanjang 5 Km atau 1,84 persen.
“Jadi jalan yang sudah mantap itu 94,55 persen atau 257,62 Km, sedangkan yang tidak mantap 14,85 km atau 5, 45 persen,” sebutnya.
Shalahuddin yang juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Kalteng mengungkapkan jalan yang belum mantap itu akan segera dilakukan perbaikan. Sehingga jalan provinsi di Kotim nantinya beraspal.
“Nah itu akan kita kerjakan di tahun 2025. Jadi nanti semua jalan provinsi di kabupaten ini berwarna hitam,” tegasnya.
Pada pertemuan itu, ia juga menyerap aspirasi para kades. Aspirasi itu akan menjadi bahan evaluasi di tingkat provinsi.
“Kemudian lagi kita juga minta apalagi sih yang jadi permasalahan. itu kita kumpulkan semua keinginan mereka Insyaallah yang bisa kita laksanakan kita bantu. Yang menjadi kewenangan provinsi itu sudah pasti, akan kita laksanakan di tahun 2025, karena program itu terus-menerus dilakukan,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post