SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur Marudin menyampaikan bahwa isu atau wacana pembangunan jembatan mentaya yang menghubungkan antara Kota Sampit dan Kecamatan Seranau atau mentaya seberang selalu muncul pada saat tahun politik.
Untuk itu dirinya berharap bahwa wacana ini sudah melalui perhitungan atau pertimbangan yang matang, karena ia tidak ingin nantinya masyarakat kembali kecewa lantaran wacana itu hanya menjadi janji politik belaka.
“Karena biasanya pada momen politik seperti sekarang ini pembangunan jembatan seringkali dianggap sebagai strategi politik tanpa perencanaan yang jelas,”ujarnya, Kamis 3 Oktober 2024.
Dirinya mengharapkan bahwa wacana ini tidak hanya menjadi janji pada saat kampanye yang terkesan dadakan tanpa direncanakan secara profesional. Diharapkan ini benar-benar terlaksana dengan perencanaan yang matang.
“Karena kami sangat mendukung penuh agar terealisasi jembatan mentaya dengan dilakukan koordinasi yang baik antara pemerintah kabupaten, provinsi maupun pusat. Karena tentunya jika ini benar-benar terlaksana akan memberikan dampak positif yang signifikan bagi perkembangan infrastruktur dan ekonomi di Kotim,”imbuhnya.
Terutama katamarudin untuk hasil pertanian dan produk ekonomi lainnya akan lebih mudah diakses dan dipasarkan, baik dari hasil produk mentaya seberang yang ingin dipasarkan ke Kota Sampit maupun sebaliknya.
(dia/matakalteng)






















Discussion about this post