SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim), Halikinnor, mengapresiasi lomba kesenian daerah yang digelar Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Kotim. Lomba tersebut meliputi kreasi Tari Dayak dan Lawang Sekepeng.
“Kegiatan ini menjadi program tetap DAD karena kita tahu bahwa setiap acara resmi baik kenegaraan tingkat regional maupun lokal biasanya diawali dengan tarian. Kita ingin seperti Bali, daerah yang mempertahankan adat budayanya. Tariannya seperti kecak sangat terkenal bahkan dikagumi oleh wisata mandalawangi negara,” ujar Halikinnor, Minggu 8 September 2024.
Lomba tari dan Lawang Sekepeng itu digelar di salah City Mall Sampit sejak 6-7 September 2024. Kegiatan tersebut cukup diminati pelaku seni. Itu dapat dilihat dari jumlah peserta yang mencapai 30 lebih. Halikinnor menambahkan, dengan adanya lomba ini, diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda terhadap seni tari tradisional Dayak. Selain itu, tari atau kesenian daerah dapat terus dilestarikan.
“Jadi kita juga ingin melestarikan kita punya tarian-tarian tradisional yang tidak kalah menarik dan baiknya dengan tarian daerah lain. Sehingga ini upaya DAD untuk melestarikan begitu juga Lawang Sekepeng,” jelasnya. Lawang Sekepeng sendiri merupakan seni bela diri tradisional Dayak yang dimainkan oleh dua orang. Biasanya digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.
“Makanya ini sengaja dilombakan. Dengan adanya kegiatan semacam ini sanggar tari ini bisa meningkatkan lagi minat penarinya. Karena kalau tidak ada event semangat mereka kurang,” tambah Halikinnor. Ia juga berharap kegiatan ini dapat terus digelar setiap tahunnya oleh DAD bekerjasama dengan OPD terkait dan melibatkan lebih banyak sanggar tari di seluruh kecamatan.
“Harapan kita setiap tahun ini digelar oleh DAD bekerjasama dengan OPD terkait supaya lebih maksimal. Saya akan meminta setiap sanggar di kecamatan mengirimkan penarinya untuk mengikuti lomba agar semangat penari tumbuh dan budaya kita bisa dilestarikan,” pungkasnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post