SAMPIT – Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengungkapkan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kotim akan melakukan penandatanganan nota kesempatan dengan maskapai Nam Air.
“Sudah kita agendakan yaitu 26 Agustus 2024 ini BUMD kita melakukan kerja sama dengan Nam Air,” katanya, Senin, 19 Agustus 2024.
Diungkapkan, penerbangan untuk tujuan Sampit-Surabaya atau sebaliknya di bandara Haji Asan Sampit tidak ada sementara ini. Pasalnya maskapai yang sebelumnya melayani penerbangan rute tersebut Wings Air sedang melakukan perawatan. Pemkab Kotim pun tidak dapat memaksakan pesawat tersebut untuk beroperasi.
Oleh sebab itu, agar penerbangan rute tersebut kembali ada pihaknya melalui BUMD setempat akan menggandeng Nam Air.
Halikinnor mengungkapkan, sementara sistem yang digunakan adalah carter. Bisa dikatakan uji coba. Itu akan dilakukan selama 4 bulan. Selama waktu tersebut layanan penerbangan rute Sampit -Surabaya dilakukan seminggu sekali.
“Kita uji coba dulu mudahan bisa reguler nantinya. Ini kita upayakan awal September 2024 sudah beroperasi Nam Air di bandara Haji Asan Sampit,” ungkapnya.
Dirinya juga meminta kepada Nam Air untuk tidak memasang tarif tinggi. Setidaknya tarif berada dikisaran Rp1-1, 5 juta. Menurutnya jika tarif sampai di Rp2 juta itu akan membebani masyarakat.
“Layanan Sampit-Surbaya akan menggunakan Nam Air Type Boeing 737 500 yang berkapasitas 120 seat, sehingga saya berharap harga tiket yang biasanya saat menggunakan pesawat ATR bisa mencapai Rp2,3 juta. Semoga bisa diturunkan di kisaran Rp1,3 juta dan maksimal Rp1,5 juta,” ujarnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post