SAMPIT – Kepala BPBD Kabupaten Kotawaringin Timur Multazam menyampaikan, saat ini pemerintah tengah bersiap menghadapi puncak musim kemarau pada bulan Agustus 2024 mendatang. Yang mana akan full selama satu bulan Kotim masuk dalam peta zona merah mudah terbakar.
“Saat ini saja sudah ada peningkatan dalam periode dasarian III atau 10 hari terakhir Bulan Juli 2024 ini, baik di dalam kota yaitu Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan Baamang, terbanyak masih dipegang oleh Kecamatan Ketapang, ada 8 kejadian kebakaran lahan yang kita tangani, sementara di Baamang ada 7 kejadian,”ujarnya, Selasa 30 Juli 2024.
Kemudian kata Multazam, di beberapa daerah lainnya termasuk di Kecamatan Teluk Sampit juga sangat extra penanganannya, karena lokasinya tidak ada akses jalan menuju titik-titik api.
“Bahkan jumlah hotspot sampai per tanggal 29 Juli pagi ada 45 hotspot, ada peningkatan jauh di bulan Juli ini sesuai dengan prakiraan BMKG, mungkin di perkirakan dasaran II itu memang sudah mulai terjadinya kemarau, yang kita waspadai justru di bulan Agustus, karena kita berada di zona merah semua selama 30 hari kedepannya,”beber Multazam.
Sementara untuk total luasan lahan terbakar di Kotim saat ini menurutnya masih kecil, sehingga ia berharap respon masyarakat cepat melaporkan, agar pihaknya bisa menangani segera dan bisa mentracking area kebakaran.
“Kita berharap bloking area kebakaran ini memperkecil potensi-potensi menjalar ke tempat lain seperti perumahan atau objek-objek vital lainnya. Terutama dalam seminggu ini perkiraan intensitas terjadi kebakaran memang meningkat, terutama di Kecamatan Teluk Sampit sudah ada yang mencapai 3 hektare terbakar, sementara di Kota Sampit kurang lebih 5 hektare,”tutupnya.
(dia/matakalteng)





















Discussion about this post