SAMPIT – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) belakangan ini semakin meningkat, yang mana terjadi dibeberapa titik tak hanya di wilayah desa namun juga di Kota Sampit khususnya di Kecamatan Baamang dan Mentawa Baru Ketapang.
Seperti yang terjadi pada 29 Juli 2024 ini, dua titi kebakaran lahan terjadi yakni di Jalan Pramuka, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang dan di sekitar perumahan Citra Mandiri Jalan Tidar, Kecamatan Baamang.
“Di jalan Pramuka sendiri memang salah satu titik potensi terjadi karhutla, ini yang kita harus upayakan melalui sosialisasi dengan masyarakat-masyarakat yang ingin membuka lahan pertanian, agar kiranya tidak melakukan pembakaran lahan. Karena di jalan Pramuka ini memang banyak kebun masyarakat,”kata Kepala BPBD Kotim, Multazam, Senin 29 Juli 2024.
Multazam yang turun langsung ke lokasi karhan di Jalan Pramuka ikut memantau lokasi yang diduga sengaja di bakar, terutama dengan melihat rumput bekas tebasan di sekitar lokasi.
“Namun tentu tidak semua petani dapat kami jangkau karena mereka bekerja di ujung-ujung kampung sehingga sulit untuk dijangkau. Kita berharap intensipikasi lebih lanjut terhadap fungsi-fungsi sosialisasi agar masyarakat paham aturan dilarang membakar lahan,”tegasnya.
Karena biasanya kata Multazam, masyarakat beralasan membakar tumpukan kecil saja, memumpung lalu dibakar namun lupa bahwa dibawahnya adalah tanah gambut, dan itu apabila tidak dijaga sering terjadi akhirnya size up atau melebar kedaerah-daerah bawah.
“Kondisi tanah di jalan Pramuka sendiri adalah gambut tebal, pengalaman kami pada tahun 2023 lalu saya ingat sekali sampai 18 tambah 9 jam atau hampir 21 jam untuk menangani karhutla di daerah Jalan Pramuka ini. Makanya kami harap kerjasama dari masyarakat agar tidak merugikan pihak manapun, terutama jika membakar banyak warga sekitar yang mengeluh asap dan sesak napas,”pungkasnya.
(dia/matakalteng)




















Discussion about this post