SAMPIT – Kecamatan Mentawa Baru Ketapang (MBK) salah satu wilayah yang rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Setiap musim kemarau kecamatan tersebut menjadi wilayah paling luas lahan yang terbakar di Kotim. Untuk mengantisipasi itu, kecamatan bersama Polsek dan Koramil sempat menggelar apel siaga karhutla.
“Apel siaga karhutla ini dilaksanakan sebagai bentuk wujud dari kami kepolisian dan juga dari pihak kecamatan serta lainnya untuk menindak ataupun menanggulangi bencana yang ada di wilayah Kecamatan MBK,” kata Kapolsek Ketapang Kompol Suyono, Rabu 24 Juli 2024.
Disampaikan, dengan adanya kesiapsiagaan tersebut pihaknya ataupun personel dapat dengan segera menangani jika terjadi bencana karhutla. Sehingga kebakaran tersebut tidak sampai meluas.
“Jadi personil yang ada ini selalu siap siaga selalu bertindak cepat untuk melaksanakan pemadaman. Karena ini memasuki musim kemarau jadi antisipasi karhutla seperti kesiapan harus dimatangkan,” ucapnya.
Sementara Camat MBK Irpansyah mengungkapkan MBK menjadi wilayah terluas karhutla selama musim kemarau. Hal itu disebabkan selain msih banyaknya lahan kosong juga hampir 60 persen wilayah tersebut struktur tanah gambut. Sehingga saat kemarau tiba gambut akan mudah terbakar.
“Oleh sebab itu kami telah menyiapkan relawan melalui MPA yang ada di kelurahan untuk penanggulangan karhutla. Seperti yang terjadi di Desa Pelangsian kemarin langsung kami tindaklanjuti tanpa melibatkan posko yang ada di kabupaten,” ujarnya.
Pihaknya juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terutama yang tinggal di sekitar lahan rawan terbakar agar lebih menjaga lingkungan tidak membakar sembarangan.
“Kami juga terus memantau karena karhutla bisa juga terjadi lantaran faktor alam. Kami mendirikan posko pemantauan karhutla sampai Oktober 2024 nanti. Harapan kami dengan kesiapan yang kami lakukan karhutla dapat ditanggulangi sebaik mungkin,” harapnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post