SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) menggelar pasar murah untuk menekan angka inflasi di wilayah tersebut. Pasalnya Kotim menjadi daerah dengan angka inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah (Kalteng).
“Kegiatan pangan murah sudah kita jadwalkan untuk satu tahun. Kita biasanya bekerjasama dengan Dinas Ketahanan Pangan dengan Pemprov Kalteng dan ini kerja sama kita yang kedua di tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahan Pangan Kotim Sepnita, Rabu, 24 Juli 2024.
Disampaikan, pasar murah tersebut digelar untuk menekan angka inflasi di daerah itu. Pasalnya, pada Juni 2024 terjadi inflasi year-on-year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah sebesar 2,22 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 106,66. Inflasi tertinggi terjadi di Sampit sebesar 2,51 persen dengan IHK sebesar 105,98.
Sehingga, pada pasar murah tersebut pihaknya menyediakan sejumlah komoditi yang dinilai menjadi penyumbang inflasi seperti beras subsidi maupun premium, bawang merah, bawang putih, gula, minyak goreng kemasan, telur sampai dengan sayur-sayuran.
“Kita jual dengan harga terjangkau. Karena selain bekerjasama dengan Pemprov Kalteng kita juga langsung menggandeng petani untuk sayur-sayuran dan agennya sehingga harganya bisa miring,” ujarnya.
Diungkapkan, kegiatan pasar murah itu telah dijadwalkan selama satu tahun sebanyak 35 kegiatan dimulai dari Februari dan berakhir di Desember 2024. Saat ini telah diselenggarakan 18 kegiatan yang tersebar di 17 kecamatan.
“Targetnya kita menyiapkan pangan murah bagi masyarakat dan berusaha mengendalikan inflasi dan harapannya inflasi stabil. Meski kita y-on-y kita inflasi tapi untuk month-to-month Juni kemarin kita deflasi,” tutupnya.
(dev/matakalteng)




















Discussion about this post