SAMPIT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) kembali mengaktifkan posko siaga kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan pos lapangan (Poslap) di enam kecamatan. Ini dilakukan untuk mencegah terjadinya karhutla fi wilayah tersebut.
“Ini sudah memasuki musim peralihan. Agustus nanti berdasarkan prakiraan BMKG sudah masuk musim kemarau, kita harus bersiap melakukan pengecekan karhutla,” kata Wakil Bupati Kotim Irawati, Senin 22 Juli 2024.
Disampaikan, belum lama ini pihaknya juga telah menetapkan status siaga bencana karhutla. Sehubungan dengan ditetapkan status tersebut di Kabupaten Kotawaringin Timur berdasarkan surat keputusan Bupati Kotim Nomor 188.45/0402/HUK.BPBD/2024, terhitung tanggal 5 Juli – 2 Oktober 2024, maka OPD se Kabupaten Kotawaringin Timur serta TNI-POLRI, BPBD, Manggala Agni dan seluruh stakeholder penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, baik dunia usaha, instansi terkait, dan masyarakat, diharapkan dapat menggerakkan seluruh sumber daya dan kemampuan dalam pencegahan dan penanganan karhutla.
Selain itu upaya Pemkab Kotim dalam rangka pencegahan karhutla, pihaknya telah mengaktifkan posko siaga karhutla yang dipusatkan di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Kemudian juga mengangaktifkan poslap di enam kecamatan yang dinilai rawan terjadinya karhutla yaitu Teluk Sampit, Mentaya Hilir Selatan, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Utara, Baamang dan Seranau.
Lanjutnya, enam kecamatan tersebut dinilai rawan karena memiliki luasan rawa dan lahan gambut yang cukup besar dan masih banyak lahan tidak produktif di kecamatan tersebut.
“Poslap itu melibatkan bhabinkantibmas, babinsa dan organisasi masyarakat peduli api atau tim serbu api kecamatan,” ucapnya.
Anggota Poslap mempunyai tugas yakni melaksanakan patroli pencegahan karhutla, melaksanakan sosialisasi pencegahan karhutla, melaksanakan pemadaman karhutla, menyusun laporan pelaksanaan tugas dan melaksanakan penugasan lainnya yang dianggap perlu.
Ia pun meminta tim relawan itu agar tetap menjaga kekompakan, saling berkoordinasi, utamakan keselamatan, memetakan potensi bencana sehingga setiap langkah yang diambil penuh dengan perhitungan dan mampu memperhitungkan risiko yang bisa terjadi.
“Saya berharap posko siaga dan poslap kebakaran hutan dan lahan ini dapat bekerja maksimal, efektif, dan efisien, karena akan fokus pada upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan. Patroli, edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat secara persuasif dengan melibatkan semua pihak dari level atas hingga bawah menjadi salah satu langkah nyata kita dalam upaya pencegahan bencana kebakaran hutan dan lahan,” tutupnya.
(dev/matakalteng)





















Discussion about this post